Belum adanya BI di Babel, mengakibatkan pengiriman uang tunai jadi agak lambat begitu juga dengan penukaran uang dalam kondisi lusuh. Keberadaan BI akan memudahkan kordinasi perbankan di daerah itu dan pada gilirannya fungsi intermediasi perbankan akan berjalan lebih optimal.
Menurut dia, semua perbankan di Bangka Belitung masih menginduk ke BI di Sumsel, karena sebelum berdiri sendiri, provinsi yang berjuluk "Serumpun Sebalai" tersebut merupakan bagian dari wilayah Sumsel.
Di Bangka Belitung sendiri sudah beroperasi belasan bank BUMN maupun swasta, bank syariah serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) umum dan syariah. Untuk perbankan swasta, aset dan mobilitas dana masyarakat, bahkan melebihi perbankan di provinsi lain.
Setiap tahunnya perputaran uang di Bangka Belitung mencapai belasan triliun rupiah sebagian besar diantaranya dari transaksi timah, atau jumlah transaksi jauh lebih besar dibanding provinsi seperti Bengkulu.
Selama 2007 pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bangka Belitung mencapai 5,8 persen dan kegiatan perekonomian juga semakin marak.
Bila selama ini perbankan di daerah itu harus berurusan dengan BI Palembang, seiring didirikan BI bisa langsung di Pangkalpinang, Babel, sehingga rentang kendali makin pendek.
"Kami menyambut baik berdirinya BI di Bangka Belitung yang pada gilirannya akan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan perbankan," ujarnya. (kpl/rit)