< >

Tangga Bambu Bali Digemari Turis Asing

Selasa, 08 Januari 2008 11:59
Kapanlagi.com - Turis asing yang hampir 96 persen ke Bali untuk berlibur, setelah menyaksikan kehidupan rakyat setempat tidak jarang berkeinginan untuk bisa memiliki perabotan rumah tangga seperti yang digunakan orang Bali.

Tangga rakitan dari bambu sebagai alat bantu memanjat pohon kelapa atau perbaikan rumah yang dimiliki oleh hampir setiap rumah petani di Bali, juga menjadi daya tarik wisatawan untuk dimiliki, kata Made Karya, Selasa.

Pengusaha kerajinan bambu di Gianyar itu menuturkan bahwa turis asing setelah menikmati liburan di Bali berminat membeli tangga dari bambu, bukan untuk alat bantu memanjat pohon, tetapi untuk pajangan di rumahnya.

Tangga bambu itu multifungsi, yakni disamping untuk pajangan di ruangan rumah, juga menjadi tempat menggantung pakaian. "Ada turis Australia membeli belasan tangga dari bambu untuk diboyong ke negerinya," katanya.

Ia mengatakan, hampir semua perajin di Desa Bona dan Belega yang selama ini memproduksi kursi, meja dan lemari berbahan baku bambu, juga membuat tangga dari bahan yang sejenis untuk memenuhi pesanan turis yang sempat berkunjung.

Tangga yang dibuat dari bambu, biasa dimanfatkan masyarakat di daerah pedesaan atau oleh buruh bangunan, kini dijadikan mata dagangan yang bisa memasuki pasar ekspor dengan tujuan utama Australia, Eropa dan AS.

"Hampir semua orang meragukan bahwa tangga dibuat dari bambu bisa menjadi barang dagangan ke luar negeri," kata Made Bendesa, pengusaha ekspor lainnya yang mengaku pihaknya memiliki tangga bambu yang siap dieskpor.

Tangga dengan bahan baku bambu yang masuk pasaran antarbangsa itu tidak sembarangan, di mana potongan bambu harus sama antara 1,5 meter hingga dua meter, begitu pula ukuran bambu pun harus sama supaya kelihatan simetris.

Tangga bambu yang memasuki pasar ekspor mulai tahun 2004 itu, harus dibuat apik dihiasi ukiran atau goresan tangan para seniman agar kelihatan sebagai barang kuna dan antik, karena tangga itu tidak difungsikan seperti di Bali.

Made memperkirakan, tangga yang dibuat apik dari batang bambu pilihan dengan cat pernis dan terlihat antik, hanya dipakai untuk pajangan di rumah konsumen agar kelihatan serasi dan alami dengan lingkungannya.

Tangga bambu untuk ekspor merupakan mata dagangan potensial, kata dia sambil menunjukkan aneka kerajinan dari bambu lainnya seperti kursi, meja untuk di ruang tamu, lemari lengkap dengan dinding bambu.

Disamping itu perajin Bali juga memproduksi berbagai jenis alat musik sejenis lidu-lidu, seruling, tongkat, juga dari bambu yang berfungsi sebagai tempat keris. Komoditas ini disenangi konsumen luar negeri seperti Australia dan Eropa. (kpl/rit)