< >

Ekspor Kopi Lampung 2008 Diprediksi Capai 200 Ribu Ton

Selasa, 08 Januari 2008 20:31
Kapanlagi.com - Ekspor kopi Lampung, pada tahun 2008, diperkirakan berkisar antara 180 ribu hingga 200 ribu ton atau hampir sama dengan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 180 ribu- 190 ribu ton.

Sekretaris Eksekutif BPD Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Sunarto, di Bandarlampung, Selasa, mengatakan volume ekspor kopi Lampung, pada tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan meski hanya sedikit.

"Kenaikan ekspor kopi Lampung, pada tahun 2008 ini hanya mencapai 5%," ujarnya.

Menurutnya pada tahun 2008 ini, diprediksi musim panen kopi Lampung, sekitar bulan Agustus mendatang dan harga diperkirakan sama dengan tahun sebelumnya.

"Harga kopi robusta di bursa London, Inggris, hingga penyerahan kontrak hingga Maret 2008 sebesar US$1,948 per kilogram atau sekitar Rp16.000 per kilogram," ujarnya.

Ia mengharapkan panen kopi pada tahun 2008 ini tidak mengalami keterlambatan dan harga tetap bertahan. Harga kopi asalan sekarang sekitar Rp12.000-Rp13.000 per kilogram.

Sementara itu berdasarkan surat keterangan asal (SKA) Departemen Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Lampung, nilai ekspor kopi Lampung (Januari-November) tahun 2007 mencapai US$276,485 juta dengan volume ekspor 168.127.186 kilogram.

Berdasarkan data dari Koperindag Lampung itu, pada tahun 2006 lalu ekspor kopi Lampung, mencapai 230.635.486 kilogram dengan nilai US$264,879 juta.

Areal kopi robusta di Lampung seluas 163.837 ha, dengan produksi sekitar 180 ribu-200 ribu ton dan petani yang terlibat dalam budidaya kopi sebanyak 126.429 kepala keluarga.

Sedangkan luas areal kopi di segitiga emas kopi Indonesia (Lampung, Sumsel, dan Bengkulu) seluas 463.000 ha dengan produksi 225 ton. Dengan demikian produktivitas rata-rata kopi di wilayah ini masih rendah, yaitu sekitar 0.7 ton per hektare. (*/rsd)