"Akan jadi apa karakter dan kepribadian generasi muda dan bangsa ini tanpa sensor film?" ujar Ketua Fraksi PPP DPR Lukman Hakim Saefudin di Jakarta, Rabu (9/1).
Keinginan sineas muda yang menghendaki pengklasifikasian film daripada diberlakukannya sensor itu disebut Lukman tidak sesuai dengan kondisi yang berlaku di Indonesia.
"Wong ada LSF saja setiap hari masyarakat dicekoki tayangan-tayangan kekerasan, seks, mistik, klenik dan hal-hal lain yang bertentangan dengan budaya luhur, moral dan nilai-nilai agama yang dianut bangsa ini, apalagi kalau tidak ada sensor film," paparnya.
Penghapusan LSF juga dinilai Lukman tidak akan memecahkan permasalahan di dunia perfilman saat ini. "Kita harus jaga eksistensi LSF demi untuk kemajuan dunia perfilman kita sendiri," kata Lukman. (*/boo)