Wisata Budaya Sambut VIY 2008

Kapanlagi.com - Sulawesi Selatan mengandalkan wisata budaya menyambut tahun kunjungan wisata Indonesia (Visit Indonesia Year) 2008, khususnya budaya khas Tanatoraja berupa perayaan pesta Rambu Tuka dan Rambu Solo.

"Sejumlah event akan digelar pada tahun ini berkaitan dengan tahun kunjungan wisata namun wisata budaya khas Tanatoraja yang diminati banyak wisatawan mancanegara tetap jadi primadona," kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Syahlan Solthan di Makassar, Rabu.

"Kita telah siap menarik kunjungan sekitar 40.000 wisatawan asing pada Visit Indonesia Year 2008 dengan menggelar berbagai kegiatan khususnya yang bernuansa budaya," katanya menambahkan usai mengikuti sidang paripurna DPRD Sulsel.

Sejumlah event yang akan digelar di Sulsel berkaitan dengan tahun kunjungan wisata 2008 seperti pesta rambu tuka (pesta panen) dan rambu solo (pesta pemakaman) di Toraja.

Selain itu, juga akan digelar perayaan Maudu Lompoa (Maulid) di Cikoang, Kabupaten Takalar, Maudu Lompoa di Tallo, Makassar, festival budaya Sulsel serta festival danau Tempe di Kabupaten Wajo.

Sementara itu, hampir semua kabupaten dan kota juga telah punya agenda khusus baik berupa atraksi budaya maupun kegiatan lain yang bisa menjadi salah satu daya tarik turis asing dan domestik.

Syahlan mengatakan, Sulsel harus mempersiapkan diri menyukseskan VIY 2008, menyusul ditetapkan provinsi ini sebagai daerah tujuan wisata unggulan nasional bersama empat provinsi di tanah air sejak 2005.

Meski ada dana untuk mendukung program ini sebesar Rp16 miliar untuk satu daerah, namun dana tersebut sepenuhnya dikelola oleh pemerintah pusat, sementara Pemprov hanya mendukung, kata Syahlan.

Sementara itu, Kadis Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Gowa, Rimba Alam mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan diri menyambut VIY 2008 sejak tahun lalu.

"Langkah awal yang dilakukan Pemkab Gowa adalah mempersiapkan pelaksanaan Festival Kraton Nusantara (FKN) IV yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2008," kata Rimba.

FKN 2008 akan dipusatkan di kawasan rumah adat kerajaan Gowa Balla Lompoa dengan berbagai atraksi budaya, sementara kegiatan lainnya akan digelar di Malino. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com