Banjir Rugikan Sektor Pertanian Hingga Rp700 Miliar
Kapanlagi.com - Bencana banjir yang terjadi selama musim hujan (MH) 2007/2008 diperkirakan telah mengakibatkan kerugian di tingkat petani mencapai Rp705 miliar karena kehilangan hasil panen. Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian, Sutarto Alimuso di Jakarta, Rabu mengatakan, selama MH 2007/2008 (periode Oktober-Maret) hingga 8 Januari 2008 luas areal pertanaman padi yang terkena banjir mencapai 177.651 hektar (ha). Sekitar 60 ribu ha diantaranya gagal panen atau puso. Jika produktivitas padi rata-rata nasional 4,7 ton/ha, tambahnya, maka kehilangan hasil panen akibat banjir mencapai 282 ribu ton gabah kering giling. "Dengan harga gabah sebesar Rp2500 per kilogram maka nilai kerugian yang diderita petani karena gagal panen mencapai Rp705 miliar," katanya. Sutarto mengungkapkan, dari 175.651 ha luas areal persawahan yang terendam banjir itu tersebar di 13 provinsi yang mana tujuh provinsi sentra produksi padi yang mengalami banjir terluas yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Aceh Darussalam, Kalimantan Barat, Banten dan Sumatera Utara. Dari catatan Ditjen Tanaman Pangan, di Jateng luas areal pertanaman padi yang terkena banjir selama MH2007/2008 mencapai 52.410 ha (puso 24.042 ha), Jatim 44.342 ha (puso 27.466 ha), Jabar 16.882 ha (puso 804 ha), Aceh 12.306 ha (puso 5.100 ha). Sementara itu areal persawahan di provinsi Kalbar yang terendam banjir mencapai 11.871 ha (puso 80 ha), Banten 7.011 ha (puso 410), Sumut 5.950 ha (puso 588 ha) sisanya provinsi yang lain yakni 6.879 ha dengan gagal panen 721 ha. Menurut dia, baik luas tanaman padi yang terkena banjir maupun yang mengalami puso pada MH 2007/2008 lebih tinggi dibanding MH 2006/2007 dengan 127.557 ha sawah yang terendam banjir serta puso 51.326 ha. Menyinggung dampak bencana banjir terhadap produksi nasional, Dirjen Tanaman Pangan mengatakan, tingkat kegagalan panen seluas 60 ribu ha masih terlalu kecil dibandingkan luas pertanaman selama setahun yakni 12,5 juta ha. Namun demikian dia mengakui, bencana banjir mengakibatkan terjadinya pergeseran tanam serta penundaan panen. "Untuk mengantisipasi kehilangan hasil yang lebih tinggi akan segera dilakukan penanaman kembali khususnya pada pertanaman yang mengalami puso melalui pengawalan yang lebih intensif," katanya. Berdasarkan angka ramalan (Aram) III Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi nasional 2007 diperkirakan mencapai 57,05 juta ton GKG naik 4,76% dari produksi 2006, sedangkan pada 2008 pemerintah menargetkan kenaikan produksi menjadi 61,09 juta ton GKG. (*/rsd) |