"Kami menyarankan Pemerintah Aceh membeli pesawat penumpang ukuran kecil untuk memperlancar hubungan transportasi antar kabupaten," kata Bupati Simeulue, Darmili di Banda Aceh, baru-baru ini.
Selama ini, transportasi udara antar kabupaten di Aceh dilayani penerbangan dari perusahaan yang berasal provinsi lain, seperti Riau Airline. Selain itu ada juga perusahaan penerbangan SMAC, Merpati, dan Susi Airline.
"Jadi, alangkah baiknya kalau Pemerintah Aceh memiliki pesawat sendiri, sehingga subsidi penerbangan perintis antar kabupaten bisa dimanfaatkan Aceh, bukan orang lain," ujarnya.
Ia mencontohkan di Kabupaten Simeulue kini hampir tiap hari melayani empat penerbangan perintis, sehingga subsidinya dinikmati oleh perusahaan yang berasal dari luar Aceh.
"Saya sudah sarankan kepada Gubernur Irwandi Yusuf agar Pemerintah Aceh membeli pesawat untuk melayani penerbangan antar kabupaten, tapi belum ada respon," ujarnya.
Disebutkan, hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Aceh memiliki bandara yang bisa didarati pesawat berbadan kecil.
"Jadi, kalau Pemerintah Aceh memiliki pesawat sendiri maka selain bisa melayani penerbangan antar kabupaten, juga marwah daerah akan bertambah. Saya yakin Pemerintah Aceh mampu membeli pesawat," ujarnya.
Darmili menyatakan, kalau memang Pemerintah Aceh berniat untuk membeli pesawat, maka harus dikelola dengan baik dan profesional sehingga keberadaan transportasi udara tersebut akan membuka isolasi daerah di Aceh.
Pemerintah Aceh pada kepemimpinan Gubernur Abdullah Puteh pernah memiliki pesawat "Seulawah Airline", namun akhirnya perusahaan itu tutup karena tidak dikelola secara profesional, katanya. (*/rsd)