< >

Lonjakan Harga Minyak Paksa Airlines Merevisi Rencana Bisnis

Rabu, 09 Januari 2008 23:10
Kapanlagi.com - Industri penerbangan dunia terpaksa melakukan revisi terhadap rencana bisnis mereka, khususnya rencana bisnis jangka waktu menengah, menyusul tingginya harga minyak dunia yang kini mencapai seratus dolar AS per barel.

Kepala Perwakilan Garuda Indonesia untuk wilayah Jepang, China dan Amerika Serikat Arif Wibowo mengatakan hal itu, berkaitan dengan pengaruh kenaikan harga minyak di pasaran dunia belakangan ini.

"Tingginya harga minyak memang amat berdampak pada industri transportasi, apalagi di dunia penerbangan. Airlines harus melakukan berbagai penyesuaian agar tetap kompetitif dan juga tidak mengalami kerugian," kata Arif lagi.

Ia menjelaskan, kebijakan umum yang banyak dilakukan maskapai penerbangan adalah dengan menaikkan tarif penerbangan, baru setelah itu berbagai kebijakan penyesuaian lainnya.

Ia kemudian mencontohkan beberapa langkah umum, seperti efisiensi biaya, mendesain ulang ruangan penumpang dan kargo, hingga mengubah armada pesawat ke dari pesawat berbadan besar ke pesawat berbadan lebih kecil.

"Bahkan ada juga yang sampai melakukan efisiensi organisasi," kata Arif.

Tingginya tarif fuel surecharge membuat Garuda Indonesia dan Japan Airlines Corp (JAL) menaikkan harga tiketnya.

Garuda kini menaikan tarif pesawat rute Tokyo-Jakarta pulang - pergi, dari sebelumnya berkisar US$700- 800 , menjadi US$1.000. Sebelumnya tarif fuel surcharge-nya adalah US$20 , kini naik menjadi US$40.

Revisi bisnis juga dilakukan oleh JAL guna mempertahankan posisi finansialnya, terutama rencana bisnis dalam empat tahun mendatang. Penyesuaian juga dilakukan menyusul pertumbuhan ekonomi Jepang yang melambat, yakni 1,8% selama 2008.

Kenaikan tarif penerbangan JAL dilakukan mulai Januari 2008, baik untuk penumpang maupun kargo, khususnya untuk rute internasional. Kenaikan tarif untuk penumpang diberlakukan sejak 1 Januari 2008, sedangkan untuk kargo pada 16 Januari 2008. (*/rsd)