"Kita programkan untuk menambah prasarana itu sehingga jika terjadi ada bencana, walaupun kita tidak mengharapkannya, tanggap darurat bisa dilaksanakan lebih cepat," kata Presiden Yudhoyono usai memimpin rapat kabinet terbatas mengenai kinerja tahun 2007 dan program prioritas 2008, Rabu.
Presiden juga meminta Departemen Perhubungan untuk mengembangkan pelabuhan yang ada di daerah rawan bencana guna kepentingan tanggap bencana.
"Saya titipkan sekaligus pelabuhan laut juga hendaknya dipikirkan (pengembangannya) sebab jika ada bencana maka pesawat angkut seperti C31 hercules milik TNI AU itu sangat efektif untuk membawa kargo atau mengevakuasi orang yang luka atau sakit," ujar Presiden.
Rapat yang digelar di Kantor Dephub Jakarta, dihadiri antara lain, Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Polhuk Ham Widodo AS, Meneg BUMN Sofyan Djalil dan Menteri PU Djoko Kirmanto.
Dengan alokasi anggaran Dephub yang setiap tahun dinaikkan, Presiden berharap program-program prioritas Dephub dapat dilaksanakan tepat waktu.
"Alokasi anggaran Dephub setiap tahun naik dan 3 tahun terakhir naik bahkan hampir 300%. Untuk 2007-2008 anggaran Dephub naik 61%," tambahnya.
Porsi pembiayaan program yang sebagian besar berasal dari dalam negeri dan pinjaman luar negeri dalam jumlah yang sangat kecil, Presiden berharap implementasi program akan berjalan dengan lebih baik lagi. (*/rsd)