Cuti Bersama Sebaiknya Ditinjau Kembali
Kapanlagi.com - Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X mengatakan kebijakan pemerintah pusat mengenai cuti bersama atau libur panjang sebaiknya ditinjau kembali karena dapat menurunkan produktivitas kerja. "Banyaknya cuti atau libur bersama itu akan berdampak pada produktivitas kerja, bahkan akan terjadi penurunan produktivitas," kata Sultan di Kepatihan Yogyakarta, Rabu. Ia mengatakan, selama ini pegawai bekerja delapan jam sehari, dengan waktu itu apakah bisa meningkatkan produktivitas, belum lagi ditambah cuti bersama yang selama Desember 2007 hingga Januari 2008 cukup banyak libur panjangnya. "Kebijakan seperti ini tentu akan berpengaruh pada produktivitas kerja pegawai," katanya. Ia memberi contoh negara vietnam yang memiliki jam kerja 13 jam sehari. Ada selisih lima jam dengan Indonesia. "Kalau hanya delapan jam apakah betul orang Indonesia mampu bekerja secara optimal," katanya. Kebanyakan libur, kata Sultan, membuat orang banyak tidur. Selama ini pada hari kerja saja orang tidak maksimal bekerja, apalagi banyak libur, tentu akan lebih banyak lagi tidurnya. Ditanya tujuan memberi cuti atau libur bersama itu untuk mendukung pembangunan pariwisata, Sultan mengakui tujuannya memang begitu, tetapi masalahnya orang yang bepergian pada saat libur tidak sebanyak yang dibayangkan. "Mereka yang berwisata itu hanya sebagian saja dari sekian banyak orang yang libur," katanya. Libur itu boleh saja, tetapi harus ada upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kerja. "Bangsa ini harus punya motivasi dan kemauan untuk kerja keras," katanya. (*/rsd) |