Partai Komunis Nepal kini memiliki tujuh dari 29 kursi di kabinet, sementara sebelumnya mereka menduduki lima dari 22 kursi kabinet ketika kelompok itu bergabung dengan aliansi partai politik untuk membentuk pemerintah pada April tahun lalu.
Kelompok yang berhaluan kiri ekstrim itu, yang mengakhiri pemberontakan satu dekade melalui sebuah perjanjian perdamaian dengan partai-partai besar Nepal pada akhir 2006, keluar dari pemerintah sementara pada September dengan menuntut pembagian kekuasaan yang lebih besar.
Mereka setuju kembali bergabung lagi dengan pemerintah pada Desember setelah mencapai sebuah perjanjian mengenai status monarki yang telah berumur 239 tahun. Penghapusan sistem itu menjadi salah satu tuntutan utama kelompok Maois.
Raja Gyanendra sudah dilucuti sebagian besar kekuasaannya. Ia dipaksa mengakhiri kekuasaan langsung 14 bulan pada April 2006 setelah protes massal di jalan-jalan.
Gyanendra akan tetap mempertahankan tahtanya untuk sementara waktu karena perjanjian antara Maois dan pemerintah untuk menjadikan Nepal sebagai negara republik hanya bisa diberlakukan pada pertemuan pertama sebuah dewan konstituante yang baru.
Pemilihan umum untuk menetapkan dewan itu akan diadakan pada pertengahan April. (*/cax)