Bali Ekspor Tas Khusus Untuk Selebritis

Kapanlagi.com - Tas hitam dan Wig (rambut palsu) yang dibuat dengan desain (rancang bangun) khusus oleh perajin Bali, yang diperuntukkan para selebritis mancanegara cukup laris di pasaran luar negeri.

Tas berukuran sesuai pesanan diisi kotak-kotak tempat kosmetik, perhiasan dan pakaian pemiliknya khusus dibuat untuk para bintang film, kata Miarsa, pengusaha muda yang membuat mata dagangan itu di Denpasar, Jumat.

Rancangan dan bahan baku dari tas kulit termasuk sejumlah perangkatnya dibawa langsung oleh pemesannya, dan perajin hanya membuat dalam bentuk maupun jumlah sesuai pesanan dari rekan bisnisnya tersebut.

"Kami memiliki pekerja sekitar 25 orang, setiap bulan ada saja tas yang dikirim kepada konsumen di luar negeri berkisar seratus buah/bulan," kata dia sambil menyebutkan selebritis juga memerlukan rambut palsu dari Bali.

Ia menyebutkan, pihaknya selain membuat tas khusus untuk para bintang film dan selebritis lainnya juga memproduksi `wig` yang juga diperuntukkan kepada kelompok pemain film di Italia, Perancis dan Amerika Serikat.

Para selebritis memerlukan banyak rambut palsu dari berbagai bentuk dan model, sebab bintang film setiap syuting sering berganti rambut yang disesuaikan dengan perannya, oleh sebab itu wig juga banyak diperlukan, katanya.

"Kami memproduksi wig dan membuat rambut palsu itu dengan warna-warni sesuai keperluan para selebritis asal Perancis, Amerika Serikat dan negara lainnya," kata pemilik usaha kecil itu yang khusus membuat tas dan wig.

Dalam menggarap wig dan aneka ragam rambut palsu dalam jumlah dan bentuknya sesuai pesanan selama ini, ia mendatangkan rambut dari India dalam jumlah tertentu, karena bahan baku itu sulit didapatkan di Bali.

Perusahaan kecil ini hampir setiap bulan mengirimkan wig dari berbagai jenis dan bentuk kepada rekan bisnisnya di mancanegara, sebab barang itu setiap saat diperlukan para selebritis terutama para pemain film.

Usaha wig di Bali cukup berkembang, termasuk usaha yang banyak bermunculan di kawasan wisata Ubud bahkan Bali pernah mengekspor rambut manusia yang dikumpulkan dari usaha salon di daerah ini selama lima tahun, ke Jerman awal 2007. (kpl/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com