PLN Studi Pembangunan PLTM di Papua
Kapanlagi.com - Manajemen PT. PLN (Persero) sedang menyusun program studi potensi sumber air dan berbagai aspek pendukung untuk merealisasikan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (PB).Manager Bidang Teknik PT.PLN (Persero) Wilayah Papua, Ir.David Tobing yang dihubungi ANTARA di Jayapura, Jumat mengatakan pihaknya sedang menyusun studi pembangunan PLTM di seluruh Papua dan PB. Kedua provinsi di Tanah Papua itu memiliki sumber air bersih yang ckup besar sehingga pantas kalau pada lima sampai enam tahun ke depan direalisasikan pembangunan PLTM yang lebih efisien ketimbang listrik tenaga diesel dengan bahan bakar minyak jenis solar. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PTD) dengan bahan bakar minyak jenis solar itu dari sisi ekonomi --perusahaan negara itu-- lebih banyak mengalami kerugian,sehingga ke depan, di daerah-daerah pedalaman dan pegunungan yang dimekarkan menjadi kabupaten dibangun PLTM karena potensi sumber air bersih yang berlimpah dengan debit air cukup besar. Dikatakannya, selama ini selain PLTD di sejumlah kota-kota besar di Papua dan PB juga telah dibangun PLTM seperti di Kampung Walesi yang dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, PLTM di Werba dapat memenuhi kebutuhan listrik di Fakfak, ibukota Kabupaten Fakfak dan PLTM di Kalibumi yang dapat memenuhi kebutuhan listrik di Kota Nabire. PLTM di Prafi dapat memenuhi kebutuhan listrik di Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat dan sedang dilirik pembangunan PLTM dari Sungai Warsamsum, Distrik Mega untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kota Sorong dan sebagian distrik dan kampung di Kabupaten Sorong. Sungai Nimbotong, Distrik Unurumguay, Kabupaten Jayapura sejak 2005 di survey para ahli dari Bank Dunia untuk pembangunan PLTM guna dapat memenuhi sebagian kabutuan listrik di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, namun hal ini masih menunggu realisasi pengucuran dana untuk pembangunan proyek tersebut. Tobing menjelaskan, daerah yang menjadi sasaran pembangunan PLTM adalah daerah baru di pedalaman dan pegunungan di Papua dan PB yang dimekarkan menjadi kabupaten karena daerah-daerah tersebut menyimpan potensi air bersih yang cukup besar dengan debit air yang tinggi. Daerah tersebut seperti Kabupaten Paniai, Yahukimo, Tolikara, Pegunungan Bintang, Boven Digul, Mamberamo Raya, Waropen, Sarmi, Sorong Selatan, Kaimana, Asmat, Mapi, Keerom dan Kabupaten Mimika serta Kabupaten Teluk Wondama. Sementara masyarakat kota Sorong, Kabupaten Sorong, Bintuni dan Manokwari menggunakan listrik tenaga gas (LNG) karena Beyond Petroleum (BP) LNG Tangguh, sebuah perusahaan patungan nasional dengan investor Inggris sedang mengeksploitasi LNG Gas di wilayah "Leher Kepala Burung",Papua Barat. Direncanakan tahun 2010, proyek LNG Tangguh beroperasi dengan mengeksport enam ribu ton/tahun ke mancanegara. Kota Jayapura, Keerom dan sebagian Kabupaten Jayapura akan menggunakan kebutuhan listrik tenaga uap (PLTU) yang sedang dilakukan tender ulang di Jakarta untuk pembangunan PLTU di Pantai Holtekam, Distrik Muara Tami yang berbatasan dengan Negara Papua Nugini (PNG). (kpl/rit) |