Bagi petani yang memiliki tanaman padi yang rusak dan puso, hendaknya segera melakukan kegiatan menanam kembali dan untuk itu pemerintah akan memberi bantuan benih serta pupuk, kata Anton Apriyantono ketika meninjau di sejumlah distributor pupuk dan sawah pascabanjir di Kabupaten Grobogan, Jumat.
Ia meminta, kepada seluruh jajaran pertanian khususnya petugas penyuluh lapangan pertanian agar memberi sosialisasi cara pemupukan yang baik terhjadap tanaman padi. "Jangan sampai terjadi pupuk pembenihan diberikan untuk pemupukan tanaman padi yang sudah berumur 10 sampai 30 hari," katanya.
Dari hasil peninjauan di wilayah Kecamatan Brati, Kecamatan Grobogan dan Purwodadi masih ada petani yang memberi pupuk pada tanaman padi yang kurang benar, hal ini harus diluruskan agar tanaman padi tersebut bisa tumbuh subur dan sempurna hasilnya.
Selain itu, menurut menteri, penyaluran pupuk subsidi harus merata jangan sampai ada kelangkaan pupuk pada saat petani membutuhkan di musim tanam saat ini.
Sementara itu, Bupati Grobogan, Bambang Pudjiono melaporkan, tanaman padi yang terkena banjir pada usia 10 sampai 40 hari di daerahnya tercatat ada 9.000 hektare rusak dan puso.
Banjir yang melanda di wilayah Grobogan sejak tanggal 26 Desember 2007 selama lima hari itu juga merusak tanaman palawija jagung dan diketahui yang rusak tanaman tersebut sekitar 1.000 hektare.
Ia mengakui, pada saat tanam petani selalu mengalami kesulitan untuk memperoleh pupuk bersubsidi dan di daerahnya untuk penyaluran pupuk dari PT Pupuk Kaltim disalurkan oleh 10 distributor.
Kebutuhan pupuk urea subsidi ini pada tahun 2008 sebanyak 90 ribu ton, tetapi sesuai SK Gubernur Jateng yang dikeluarkan tahun 2008 untuk wuilayah Grobogan hanya dijatah 78.000 ton, sehingga masih ada kekurangan.
Untuk itu, ia berharap, kebutuhan pupuk di Kabupaten Grobogan yang merupakan daerah produsen beras bisa terealisasi sesuai kebutuhan, karena jika tidak terealisasi akan menyulitkan petani dalam memperoleh pupuk bersubdidi.
"Dari kebutuhan pupuk bersubsidi tersebut, wilayah Grobogan hingga saat ini sudah merealisasi penyaluran pupuk bersubsidi sekitar 3.000 ton," katanya. (kpl/rit)