
"Kita memang pernah main tanpa Jarwo pas umroh, tetapi sekarang situasinya lain. Jarwo sedang menderita dan kami mendukung sepenuhnya. Ini bedanya kami dengan acara lain. Di sini kita tunjukkan pembelajaran pada masyarakat bahwa ia diperlakukan tidak adil," terang Effendi Gozali di Hanggar Teras Futsal Pancoran, Sabtu (11/1) kemarin.
Langkah ini pun didukung penuh sepenuhnya oleh pihak stasiun tempat "Republik Mimpi" tayang sampai Jarwo dinyatakan bebas dari kasus ini. "Dukungan dari publik juga sangat besar. Kita terima email lebih dari 5 ribu dan 1500 SMS lebih," imbuh Effendi.
Jarwo yang beratnya turun sampai 4 kilo gara-gara kasus tersebut, menganggap semuanya ini adalah permainan sangat keji dari oknum-oknum aparat sampai-sampai Kapolri tertarik atas kasus ini dan menghibur dirinya secara langsung via telepon. "Beliau akan memberikan perlindungan hukum kepada saya dan tertarik dengan kasus ini," ujar JK.
Pihak "Republik Mimpi", seperti ditegaskan Effendi Gozali, tidaklah menilai Polri yang keliru tetapi ada oknum yang membuat kasus ini berlarut-larut. "Jarwo hanya jadi korban dan ujung-ujungnya untuk matiin "Republik Mimpi." Dengan ini kita serahkan saja sama publik untuk menilai. Publik sekarang sudah kritis," ujar Effendi. "That’s right brother," timpal Jarwo. (kpl/wwn)
Lihat Profil: Jarwo Kwat
Bang Jarwo...tabah ya...saya sbg pemirsa setia acara "RM" yakin bhw bang Jarwo tdk salah. Kebenaran pasti terungkap cepat atau lambat.
hati-hati dengan pihak ketiga yang tidak senang dengan republik mimpi dan demokrasi di negara ini!!polisi harus dapat membuktikan bahwa mereka benar-benar penegak hukum yang memberikan keaaaaadilan bagi setiap WNI.untuk pak wapres BBM,smoga di beri kesabaran dalam menghadapi masalah ini, dan dapat dijadikan pembelajaran untuk masa yang akan datang.love U republik mimpi.......