"Saya belum mempunyai tujuan, tetapi kembali ke sepak bola, saya akan menyukainya," kata mantan pemain pengatur serangan Prancis itu kepada mingguan L`Equipe Magazine dalam wawancara yang disiarkan hari Sabtu.
"Kemudian, dengan cara apa, bagaimana, saya tidak tahu," tambahnya.
Zidane mengatakan ia mempunyai suatu proyek untuk membangun lapangan-lapangan sepak bola untuk anak-anak di Marseille, kota tempat ia tumbuh dewasa.
Putra berbakat dari imigran Aljazair, Zidane merupakan inspirasi kemenangan Prancis di Piala Dunia 1998 di negaranya dan telah terlibat dalam acara amal sejak mengakhiri karir bermainnya di sepak bola.
"Membicarakannya 10 tahun kemudian masih membuat saya gemetaran," katanya tentang momen terbaik dalam karirnya.
"Saya pada waktu itu berusia 26 tahun. Kami mempunyai tim terbaik di dunia. Sangat luar biasa. Berbagi dengan jutaan orang merupakan keajaiban," katanya.
Zidane, yang kini berusia 35 tahun, mengatakan ia menyadari citra perilaku buruk saat ia mengakhiri karirnya tidak akan pernah hilang. "Saya ingin menghilangkannya dengan cara berbeda, itulah caranya," katanya.
"Saya masih harus menghadapinya sepanjang hidup saya. Membicarakannya masalah tersebut sangat menjengkelkan. Itulah sebabnya saya tidak mau memberi wawancara," katanya. (*/erl)