"Sejumlah proyek baru akan dimulai pembangunannya pada tahun ini dan pembangunan jalur kereta api cepat yang menghubungkan Beijing dan Shanghai adalah salah satu prioritas utama," kata Menteri Kereta Api Liu Zhijuan, seperti dikutip Xinhua, di Beijing, Minggu.
Dalam laporan awal menyebutkan pembangunan mega proyek jalur kereta api Beijing-Shanghai dapat dimulai pembangunan sesegera mungkin pada pertengahan Januari 2008 setelah enam perusahaan dinyatakan sebagai pemenang tender.
Liu mengatakan jalur kereta api baru sebaiknya menggunakan teknologi lokal dan dipadukan dengan standar teknologi berkelas dunia.
Cina akan memiliki 15.000 kilometer jalur kereta api baru dan bisa beroperasi dalam tiga tahun ke depan, dengan 7.000 kilometer jalur bagi kereta api penumpang berkecepatan tinggi.
Pemerintah Cina hingga tahun 2020 akan memiliki jalur kereta api sepanjang 120 ribu kilometer. Sejak 2003 hingga 2007, China telah menginvestasikan sebesar 522 miliar yuan atau US$ 71,5 miliar untuk pembangunan jalur kereta api.
Liu memprediksi bahwa jumlah penumpang yang akan menggunakan kereta api pada tahun 2008 sebanyak 1,4 miliar orang dan jumlah angkutan barang yang menggunakan kereta api mencapai 3,3 miliar ton, dengan total pendapatan 361 miliar yuan atau US$ 49,5 miliar.
Dia mengatakan, prioritas yang harus diberikan untuk transportasi kereta api adalah batu bara, gandum, pupuk, kapas, bahan bangunan untuk korban bencana alam, serta keperluan sehari-hari masyarakat.
Dia juga mengatakan bahwa China akan memperkuat kerjasama internasional di bidang kereta api, termasuk membangun jaringan kereta api Pan-Asia dan kerjasama teknis dengan negara-negara berkembang. (*/erl)