< >

Di Kendari, Harga Semen Capai Rp55 Ribu/Zak

Minggu, 13 Januari 2008 17:19
Kapanlagi.com - Kelangkaan bahan bangunan, khususnya semen di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sudah memasuki pekan ketiga menyebabkan harga naik tajam dari Rp38 ribu/ zak menjadi Rp55 ribu/zak.

Pantauan Antara di beberapa penjual bahan bangunan, khususnya semen di Kota Kendari, Minggu, rata-rata persediaan kosong dan itu terjadi sudah tiga pekan terakhir.

Stok semen di kawasan pertokoan Mandonga masih ada tetapi sudah dibayar beberapa hari sebelumnya.

Kelangkaan semen mengakibatkan harga penjualan naik secara bertahap hingga tidak wajar, yakni dari harga nomal Rp38 ribu/zak kemudian naik Rp45 ribu/zak dan mencapai k Rp55 ribu/zak.

"Kelangkaan semen sudah memasuki pekan ketiga, bahkan puluhan ribu ton yang akan masuk ke Pelabuhan Kendari pekan depan sudah habis dipesan melalui toko penjual bahan bangunan," kata pemilik toko Amri Jaya II, Udin.

Dia menyatakan tidak mengetahui penyebab kelangkaan semen, yang jelas pasokan semen dari Makassar, Sulsel mengalami keterlambatan.

Pemilik toko Cahaya, Hayono mengatakan, keterbatasan stok semen mengharuskan pemilik toko bangunan mengatur volume penjualan.

"Kami mengambil inisiatif agar tidak ada pembelian dalam jumlah banyak sehingga warga/konsumen lainnya kebagian. Stok yang ada diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat walaupun tidak seluruhnya," kata Hayono.

Jika pasokan dari Makassar dalam pekan depan tidak ada maka dipastikan pembangunan yang menggunakan bahan baku semen akan terhenti.

"Bisa-bisa proyek pemerintah maupun proyek milik swasta tidak akan diselesaikan karena masyarakat kesulitan mendapatkan semen," katanya.

Harga semen di Kota Kendari yang dijual di sejumlah toko seperti semen Tonasa dari Rp38.000/zak naik menjadi Rp47 ribu/zak hingga Rp55 ribu/zak, Semen Tiga Roda dari Rp37.000/zak naik menjadi Rp52 ribu/zak dan semen Bosowa dari Rp36.000/zak naik menjadi Rp51 ribu/zak. (kpl/rit)