< >

Sriwijaya Juara Baru Copa Indonesia

Senin, 14 Januari 2008 08:43
Kapanlagi.com - Sriwijaya FC berhasil menjadi juara baru Copa Dji Sam Soe Indonesia setelah mengalahkan Persipura Jayapura 4-1 (1-1) melalui adu penalti pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.

Gol Persipura dicetak penyerang Ernest Jeremiah pada menit keenam.

Sriwijaya menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Keith Kayamba pada menit ke-73.

Kedudukan tetap bertahan 1-1 hingga dua babak perpanjangan waktu berakhir sehingga harus dilakukan adu penalti.

Tiga penendang awal Persipura, Eduard Ivakdalam, David Da Rocha dan Albeto gagal memasukkan bola.

Tendangan Edu dan David berhasil ditahan kiper Sriwijaya Ferry Rotinsulu sementara sepakan Albeto melambung ke atas gawang.

Keith Kayamba dan Zah Rahan, dua penendang awal Sriwijaya, berhasil mengecoh kiper Persipura Jendry Pitoy.

Jendry sempat menahan tendangan penalti Tony Sucipto namun kemudian gagal menahan bola penendang penalti keempat Sriwijaya, Obiora.

Seluruh pemain Sriwijaya langsung berlari penuh keriangan menyerbu Obiora begitu bola tendangannya masuk gawang dan memastikan kemenangan Sriwijaya.

Tim yang dilatih Rahmad Darmawan itu menjadi juara baru Copa Indonesia setelah dalam dua penyelenggaraan sebelumnya piala direbut oleh Arema Malang.

Mereka juga berhak atas hadiah uang Rp1,5 miliar sementara Persipura mendapatkan piala dan uang Rp750 juta.

"Kemenangan ini (melalui adu penalti) memang hanya keberuntungan saja, tetapi saya sangat mengapresiasi perjuangan para pemain di lapangan," kata pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan usai pertandingan.

Ia mengakui timnya sempat didikte Persipura pada awal pertandingan namun kemudian berhasil menemukan ritme permainan dan balik mendominasi lawan.

"Ada saat di mana kami seharusnya bisa mencetak gol kedua tetapi rupanya pertandingan memang harus ditentukan melalui adu penalti," ujarnya.

Sementara pelatih Persipura Raja Isa Bin Raja Akram Shah mengakui bahwa Sriwijaya memang layak menang malam itu.

"Hari ini adalah harinya Sriwijaya," kata Raja Isa.

Mengenai performa timnya sendiri, pelatih asal Malaysia itu menyatakan Edu dkk. sudah berusaha maksimal.

"Saya menerima hasil ini dan kegagalan para penendang penalti tadi, ya, itulah bagian dari sepak bola," jelasnya.

Sejak wasit Jimmy Napitupulu memulai pertandingan, kedua kesebelasan menunjukkan permainan yang merepresentasikan laga antara dua tim terbaik di Indonesia.

Persipura langsung tancap gas mengandalkan umpan-umpan panjang kepada dua striker mereka yang cepat, Ernest Jeremiah dan Alberto Goncalves.

Alberto memperoleh peluang saat pertandingan baru memasuki menit kelima ketika ia lepas dari kawalan Renato Eliyas dan melepas tendangan keras ke gawang Sriwijaya. Kiper Sriwijaya Ferry Rotinsulu berhasil menepis bola tendangan striker asal Brazil itu sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.

Kapten tim Mutiara Hitam --julukan Persipura-- Eduard Ivakdalam mengambil tendangan?pojok pada menit keenam dan melayangkan bola ke kotak penalti Sriwijaya. Bola yang datang disambar kaki bek Persipura Jack Komboy tapi masih bisa ditahan Ferry.

Namun bola sapuan kiper Laskar Wong Kito --julukan Sriwijaya-- itu jatuh ke kaki Ernest dan tanpa ampun langsung menghujamkan bola ke gawang Sriwijaya dari sudut sempit.

Kali ini Ferry tidak bisa berbuat banyak dan skor pun menjadi 1-0 untuk Persipura.

Gol tersebut disambut sekitar 5.000 suporter Persipura di sektor 21-22 Stadion Utama dengan menembakkan kembang api ke atas lapangan.

Selama 20 menit awal, Sriwijaya yang dilatih Rahmad Darmawan tidak bisa lepas dari tekanan lawan. Namun Persipura pun tidak bisa memaksimalkan peluang yang mereka dapat untuk menambah gol.

Perlahan Sriwijaya bangkit, dimotori gelandang serang Zah Rahan yang giringan bolanya merepotkan barisan pertahanan Persipura.

Dua peluang emas untuk menyamakan skor mereka dapatkan tetapi tendangan keras pemain tengah Wijay pada menit ke-25 masih bisa diblok kiper Persipura Jendry Pitoy.

Dua menit setelahnya giliran Zah Rahan yang beraksi mengecoh bek Persipura Jack Komboy. Akan tetapi bola tendangan keras gelandang asal Liberia itu masih melambung tipis di atas mistar gawang Jendry.

Tekanan gencar Sriwijaya agaknya membuat pelatih Persipura Raja Isa Bin Raja Akram Shah ngeri sehingga ia memperkuat lini tengah dengan memasukkan gelandang bertahan Imanuel Wanggai menggantikan pemain sayap Stevi Bonsapia pada menit ke-38.

Kedua kesebelasan silih berganti menyerang tapi tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua Sriwijaya menunjukkan determinasi tinggi untuk menyamakan kedudukan.

Dalam dua menit awal, kiper Persipura Jendry harus dua kali berjibaku menyelamatkan gawang dari bola tendangan salto Obiora dan sundulan Keith Kayamba. Kiper tim nasional Indonesia itu berhasil memblok dua usaha Sriwijaya tersebut.

Persipura, yang tampak menurunkan tempo permainan dan menumpuk pemain di lini belakang untuk mengamankan keunggulan, masih bisa melakukan serangan balik walau Sriwijaya praktis menguasai permainan.

Dalam sebuah serangan balik yang melibatkan Ernest, Eduard, dan Imanuel, Persipura hampir saja menambah gol. Tendangan Imanuel yang sudah berdiri bebas melambung jauh di atas gawang Sriwijaya.

Usaha keras Sriwijaya yang terus mengurung pertahanan Persipura sepanjang babak kedua akhirnya berbuah pada menit ke-73 ketika tangan bek Persipura Jack Komboy menyentuh bola di kotak terlarang.

Wasit Jimmy Napitupulu tanpa ragu menunjuk titik putih dan striker Sriwijaya Keith Kayamba berhasil melakukan tugasnya dengan baik untuk menyamakan skor 1-1.

Keith sangat berpeluang mencetak gol kemenangan Sriwijaya beberapa detik sebelum babak kedua usai namun bola tendangannya terlalu lemah sehingga bisa dihalau Ricardo Salampessy.

Skor tak berubah setelah 90 menit sehingga perpanjangan waktu harus dilakukan.

Sepanjang dua babak pertandingan wasit Jimmy mengeluarkan kartu kuning untuk Ernest Jeremiah dan Heru Nerly dari Persipura serta Isnan Ali dan Keith Kayamba dari Sriwijaya.

Pada dua babak perpanjangan waktu, tidak ada peluang gol yang bisa diciptakan oleh kedua kesebelasan dan bola lebih banyak bergulir di lapangan tengah.

Skor bertahan 1-1 sehingga sang juara harus ditentukan melalui adu penalti.

Susunan pemain:

Persipura: 77-Jendry Pitoy; 4-Ricardo Salampessy, 14-Jack Komboy, 45-Bio Paulin Pierre; 32-Victor Igbonefo, 10-Eduard Ivakdalam/kapten, 23-Heru Nerly (6-David Da Rocha 59), 31-Paulo Rumere, 7-Stevi Bonsapia (11-Imanuel Wanggai 38) (16-Murzal Usman 82); 9-Albeto Goncalves, 18-Ernest Jeremiah.

Pelatih: Raja Isa Bin Raja Akram Shah

Sriwijaya: 12-Ferry Rotinsulu; 24-Christian Warobay, 31-Renato Eliyas/kapten, 19-Amrizal, 25-Isnan Ali (13-Dian Fachrudin 98); 22-Slamet Riyadi, 10-Zah Rahan, 9-Obiora, 16-Benben Berlian (6-Tony Sucipto 114), 29-Wijay; 17-Keith Kayamba.

Pelatih: Rahmad Darmawan.  (*/cax)