< >

Pasca Ancaman Resesi, Harga Minyak di Asia Kembali Melunak

Senin, 14 Januari 2008 11:29
Kapanlagi.com - Harga minyak dunia melunak di pasar Asia pada Senin, setelah ancaman resesi ekonomi Amerika Serikat terus berlanjut dan adanya kekhawatiran pertikaian di Nigeria.

Pada perdagangan pagi, harga minyak jenis "light sweet" untuk pengiriman Februari di kontrak New York turun 26 sen menjadi 92,43 dolar AS per barel.

Sedangkan minyak jenis "Brent North Sea" untuk Februari turun 1,15 dolar AS menjadi 91,07 dolar AS per barel.

Nigeria, produsen minyak terbesar Afrika, menghadapi masalah aktivitas pemberontak yang memaksa mereka menutup beberapa kilang minyak.

Sekelompok pemberontah militan di Delta Niger mengatakan pada Jumat (11/1) merekalah yang memasang alat peledak pada sebuah tanker hingga terbakar di Port Harcourt.

Harga minyak sempat melorot lima dolar AS pekan lalu menyusul kekhawatiran perlambatan ekonomi AS akan menekan permintaan konsumsi minyak oleh ekonomi terbesar di dunia itu.

Pada awal Januari, harga minyak menyentuh 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya.

"Berlanjutnya kekhawatiran tentang potensi resesi AS dan perlambatan pada tingkat pertumbuhan akan menekan pasar," kata analis Sucden, Andrey Kryuchenkov.

"Para investor takut perlambatan ekonomi AS akan menyebar dan memberatkan ekonomi global, yang pada akhirnya menekan permintaan energi," kata Kryuchenkov. (kpl/rit)