< >

Senin Sore, Harga Minyak Naik di Perdagangan Asia

Senin, 14 Januari 2008 16:27
Kapanlagi.com - Harga minyak dunia meningkat di perdagangan Asia Senin Sore meski kecemasan atas resesi Amerika Serikat (AS) terus mendominasi pasar dan terjadinya kerusuhan di produsen minyak kunci Nigeria, kata analis.

Dalam perdagangan sore, kontrak berjangka utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman Februari, naik 15 sen menjadi 92,84 dolar AS per barel, membalikkan penurunan sebelumnya.

Kontrak ditutup turun 1,02 dolar AS per barel di New York pada Jumat.

Minyak mentah "Brent North Sea" London untuk pengiriman Februari terus meninggi, dengan kenaikan 43 sen menjadi 91,50 dolar AS per barel setelah ditutup turun 1,15 dolar AS pada Jumat untuk bertahan pada 91,07 dolar AS.

"Harga naik dengan mantap karena tidak ada peristiwa hari ini yang secara langsung mempengaruhi perdagangan," kata Steve Rowles, analis pada CFC Seymour, perusahaan sekuritas di Hong Kong.

"Ketakutan atas pasokan Nigeria berlalu untuk sementara sehingga itu tidak mempengaruhi sentimen terlalu besar."

Ia menambahkan bahwa pasar akan tetap mantap menjelang pertemuan 1 Februari organisasi kartel OPEC.

Nigeria, produsen minyak terbesar Afrika, menghadapi masalah dari kegiatan pemberontakan yang telah menyebabkan negara itu menutup sejumlah instalasi minyak.

Sebuah kelompok militan di Delta Niger yang kaya minyak itu mengatakan Jumat (11/1) pihaknya telah menanam alat peledak yang dapat membakar tanker di pusat minyak utama Nigeria, Port Harcourt.

David Johnson, analis Macquarie Research di Hong Kong, mengatakan harga kemungkinan turun karena dolar pada akhir pekan.

Johnson mencatat permintaan musiman untuk minyak akan melambat karena berakhirnya musim dingin di Utara, yang akan berlangsung hingga akhir kuartal pertama.

Harga minyak mentah merosot hingga lima dolar AS pada pekan lalu di tengah merebaknya kecemasan bahwa pertumbuhan ekonomi yang melambat di AS dapat mengurangi permintaan dari konsumen minyak nomor satu di dunia itu.

Pada awal Januari harga menyentuh 100 dolar AS per barel untuk pertama kali.

Fokus pasar kini tertuju kepada pertemuan produksi OPEC, kartel produsen minyak di Wina bulan depan.

Menteri-menteri Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang menguasai sekitar 40 persen pasokan minyak mentah global, akan bertemu di ibukota Austria itu pada 1 Februari. (kpl/rit)