"Kami memang akan memanggil seluruh pemain untuk melakukan evaluasi perorangan, baik selama putaran I maupun II termasuk kegagalan yang telah ditorehkan manajemen, official, pelatih dan pemain selama memperkuat tim Persema," kata manajer Persema, Bambang DH. Suyono di Malang, Senin (14/01).
Selain agenda evaluasi, kata Sekkota Malang itu, manajemen juga akan membahas soal nasib para pemain Persema dalam kompetisi tahun depan (2008), sekaligus dijadikan momentum untuk pembubaran tim 2007.
Menurut dia, dalam pertemuan seluruh pemain, manajemen, pelatih dan official tersebut, akan diurai satu per satu kegagalan demi kegagalan selama mengarungi kompetisi 2007 yang nantinya dijadikan acuan pada musim kompetisi 2008.
Ia mengatakan, pada saat evaluasi pemain, mereka dipanggil satu per satu untuk memutuskan nasibnya di Persema. Namun dari 24 pemain yang memperkuat tim, sedikitnya ada lima nama pemain yang direkomendasi pada pelatih baru Persema 2008 untuk dipertahankan.
Untuk mempertahankan dan "memagari" lima pemain yang dipertahankan tersebut, kata mantan Kadispenda Kota Malang itu, manajemen secepatnya memberi kepastian serta menyiapkan surat keluar bagi pemain yang kontraknya tidak diperpanjang pada musim mendatang, sehingga nasib pemain tidak "digantung".
Ia mengakui, pasca putaran II lalu dan Persema tidak lolos melaju ke Superliga 2008, banyak pemain Persema sudah mulai diincar beberapa klub, baik yang mengarungi kompetisi divisi utama maupun Superliga.
"Kami berupaya memagari lima pemain yang layak dipertahankan itu, dan juga secepatnya memberikan surat keluar untuk pemain yang tidak diperpanjang kontraknya, agar mereka bisa dengan leluasa menentukan nasibnya dan akan berlabuh di klub mana pada musim depan," katanya.
Prestasi Persema yang menghabiskan anggaran dari APBD lebih dari Rp17 miliar pada tahun 2007 itu, hanya mampu "finish" di posisi ke-13 klasemen wilayah barat dan jauh terpuruk dari target masuk empat besar dan lolos ke superliga 2008.
Pada tahun 2008, Persema masih akan mendapatkan dana hibah sebesar Rp15 miliar untuk mengarungi kompetisi divisi utama 2008 dan saat ini masih dalam pembahasan DPRD. (*/lpk)