< >

Turbin PLTA Bakaru Pinrang Dekati Masa Pemeliharaan

Senin, 14 Januari 2008 22:32
Kapanlagi.com - PT PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Sulbar dan Sultra (Sultanbatara) menjamin tidak ada pemadaman listrik secara bergilir pada saat turbin I Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru Pinrang, Sulsel menjalani masa pemeliharaan besar (major inspection) selama 64 hari pada Maret 2008.

"PLN memang akan kehilangan beban sekitar 60 mega watt (MW), namun kekurangan daya itu bisa ditutupi dengan mengoperasikan pembangkit-pembangkit diesel yang selama ini diistirahatkan karena biaya operasionalnya tinggi," kata Ir H Iksan Asa`ad, Menejer Pengatur dan Penyalur Beban (AP2B) PLN Sultanbatara di Makassar, Senin.

Saat ini, katanya, sistem kelistrikan Sulsel yang disuplai sejumlah pembangkit dengan daya mampu sekitar 450 MW juga sedang kehilangan 52 MW karena sebuah mesin PLTGU Sengkang menjalani pemeliharaan besar sejak Minggu (13/1) dan berlangsung selama 21 hari, namun tidak sampai terjadi pemadaman bergilir.

"Seandainya suplai daya mengalami krisis saat turbin unit I PLTA Bakaru keluar dari sistem, maka para pelanggan besar PLN seperti kalangan industri dan perhotelan akan diminta menurunkan penggunaan daya pada saat beban puncak antara pukul 17.00 sampai 22.00 Wita agar distribusi listrik ke masyarakat tidak terputus," ujarnya.

Terkait rencana penambahan daya 70 MW di PLTGU Tello dan 60 MW di PLTGU Sengkang, Iksan mengatakan bahwa daya itu baru bisa masuk sistem sekitar bulan Juni atau Juli 2008.

"Diharapkan, pada Juli nanti, kondisi kelistrikan Sulsel makin handal, sehingga layanan sambungan baru bisa dipenuhi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujarnya dengan menambahkan bahwa ada sekitar 60.000 calon pelanggan yang saat ini menantikan layanan sambungan baru.

Sementara itu, Menejer PLTA Bakaru, Mursalim yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa pemeliharaan besar turbin unit I PLTA Bakaru sudah tidak bisa ditunda lagi karena telah melewati masa `major inspection.`

"Seharusnya, major inspection ini dilaksanakan bulan Oktober 2007, namun karena berbagai pertimbangan terutama untuk kepentingan konsumen, perbaikan mesin ini diundur sampai Maret 2008," ujarnya dan menambahkan, bila diundur lagi, maka resiko kerusakan terhadap mesin itu akan makin tinggi.

PLTA Bakaru yang berkapasitas 126 MW merupakan pembangkit andalan untuk menyuplai kebutuhan sekitar 1,3 pelanggan yang dilayani sistem kelistrikan Sulsel yang tersebar di dua provinsi yakni Sulsel dan Sulbar.

PLTA satu-satunya di Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini menjadi andalan karena selain dayanya besar juga biaya produksinya sangat murah sehingga menjadi pusat keuntungan (profit center) PLN Sultanbatara. (*/rsd)