< >

Harga Terigu Terus Naik Hingga April

Senin, 14 Januari 2008 23:29
Kapanlagi.com - Harga tepung terigu di dalam negeri akan terus meningkat hingga mencapai 30% sampai kuartal pertama tahun ini menyusul naiknya harga gandum di pasar internasional.

"Sejak Desember (2007) kenaikan harga tepung terigu naik secara bertahap, dan dalam satu kuartal atau 3-4 bulan akan naik sekitar 30%," ujar Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang usai diskusi perdagangan, di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kenaikan tepung terigu secara bertahap dilakukan untuk memberi waktu kalangan industri pengguna tepung terigu mempersiapkan diri, terutama peningkatan modal kerja mereka akibat naiknya bahan baku.

Franciscus yang biasa disapa Franky mengatakan kenaikan harga tepung terigu terjadi karena harga gandum sebagai bahan baku tepung terigu terus meningkat. "Saat ini harga gandum CNF Indonesia sudah mencapai US$500 per ton," ujarnya.

Ia memperkirakan harga tersebut akan terus meningkat sampai kuartal pertama tahun ini dan ia berharap pada Mei dan Juni harga bisa turun sekitar 10%, karena ada panen pada bulan tersebut.

"Pada Mei dan Juni, kami akan tahu harga gandum terbaru karena di situ akan ada panen. Kita harapkan harga turun 10%, meskipun relatif (harga gandum) tetap tinggi," katanya.

Saat ini produsen tepung terigu di Indonesia masih mengandalkan bahan baku impor dari berbagai negara. Lebih dari 90 persen gandum masih diimpor. Aptindo memperkirakan impor gandum nasional mencapai sekitar 4,4 juta ton.

Kapasitas produksi tepung terigu yang menjadi anggota Aptindo, menurut Direktur Eksekutifnya Ratna Sari Loppies mencapai sekitar tujuh juta ton, namun produksi masih sekitar 3,3 juta ton.

"Saat ini tingkat pemanfaatan kapasitas produksi (utilisasi) sudah mencapai sekitar 70 persen," ujarnya.

Konsumsi

Kendati harga tepung terigu terus mengalami kenaikan, Franky mengatakan konsumsi tepung terigu produksi dalam negeri oleh kalangan industri tidak mengalami penurunan, bahkan mungkin meningkat.

Hal itu, menurut dia, terkait banyak negara produsen tepung terigu menggunakan produksinya untuk dalam negeri mereka sendiri, sehingga tidak ada tepung terigu impor di Indonesia.

"Yang terpenting saat ini membantu masyarakat yang tidak mampu dan industri kecil yang harus naikkan harga cukup besar akibat kenaikan tepung terigu," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah membebaskan PPN tepung terigu guna menekan kenaikan harga di tingkat industri kecil dan menengah. "Bagi kami pembayaran PPN tepung terigu hanya uang keluar dan masuk, tapi konsumen yang menanggung," katanya. (*/rsd)