"Bila harga terigu terus melambung tinggi, maka kemungkinan saya tidak akan menjual gorengan lagi," kata Titin Suhartini penjual gorengan yang biasa mangkal di Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin.
Dikatakannya, harga terigu saat ini melonjak tajam dari Rp6.400/kg kini harganya mencapai Rp8.000/kg.
Menurut dia, agar usahanya terus berjalan, pihaknya menjual harga gorengan per buah seharga Rp500 untuk semua jenis gorengan.
"Sebelumnya saya jual dengan harga Rp1.000 untuk tiga buah gorengan, kini Rp1.000 untuk dua buah gorengan," katanya seraya menambahkan naiknya harga gorengan juga disebabkan harga minyak tanah mahal dan langka.
Sementara itu, penjual kue di Ciaul Kota Sukabumi, Aang (35), menyebutkan, tingginya harga terigu yang mencapai Rp9.500/kg menyebabkan omset penjualannya turun hingga 50 persen.
"Biasanya saya memerlukan tiga karung terigu seberat 25 kg untuk membuat kue, kini hanya satu karung terigu saja karena harganya melonjak tinggi," katanya.
Ia mengungkapkan, bila harga terigu terus melambung tinggi dan harganya tidak kembali normal, maka kemungkinan usahanya akan ditutup karena tidak ada konsumen yang akan membeli bila harga kue yang akan dijualnya juga akan dinaikan. (*/rsd)