Massa yang menamakan diri Solidaritas Untuk Nelayan Korban Penembakan TNI AL itu merupakan gabungan dari 19 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Sumut.
Mereka menuju Lantamal I Belawan yang terletak sekitar 25 KM arah Utara Kota Medan dengan iring-iringan tiga unit kendaraan angkutan kota (angkot) dan enam sepeda motor, Senin.
"Para pelaku penembakan kapal nelayan KM Sumber Baru yang merupakan oknum TNI AL harus segera diadili. TNI AL juga harus segera memenuhi hak rehabilitasi maupun reparasi terhadap korban dan keluarga korban penembakan KRI Celukan Bawang", ujar koordinator aksi dalam orasinya, Rizal.
Selain itu mereka juga meminta agar peristiwa serupa jangan terulang kembali di masa mendatang dan kapal patroli TNI AL harus benar-benar mengenali kapal nelayannya sebelum mengambil tindakan di laut.
"Ke depan, TNI AL jangan lagi salah tembak terhadap nelayannya sendiri yang juga menimbulkan trauma karena nelayan Indonesia merasa dikerjai baik oleh militernya sendiri maupun militer Diraja Malaysia", pintanya.
Setelah melakukan orasi, sejumlah perwakilan atau delegasi LSM tersebut diterima oleh pihak Lantamal I Belawan.
"Dalam pertemuan tersebut Komandan Lantamal I Belawan berjanji segera memeriksa awak KRI Celukan Bawang setelah mereka usai melaksanakan tugas pencarian pesawat Nomad di perairan Sabang, NAD", ujar Diah Susilowati, salah seorang delegasi usai melakukan pertemuan.
Pihak Lantamal I Belawan, lanjutnya, telah memenuhi tuntutan mereka yakni memberikan santunan kepada korban dan keluarga korban yang menjadi korban penembakan.
Sebelumnya pada Senin (24/12/2007) sekitar pukul 20.00 WIB di perairan Selat Malaka, KRI Celukan Bawang menembaki sebuah kapal nelayan KM Sumber Baru yang mengakibatkan seorang nelayan tewas dan empat lainnya mengalami luka tembak. (*/rsd)