Walaupun pengadilan yang didanai sebesar US$56 juta dan dibentuk untuk melakukan penyelidikan terhadap mereka-mereka yang paling harus bertanggung atas kematian 1,7 juta pada masa pemerintahan Khmer Merah, namun banyak dari mantan prajurit Khmer Merah yang takut dirinya terjaring masuk dalam daftar pelaku kejahatan kemanusiaan oleh Pengadilan Internasional.
Namun salah satu pejabat hakim dari Perancis Marcel Lemonde meyakinkan pejabat pemerintah Kamboja di Pailin wilayah yang dekat perbatasan dengan Thailand bahwa kelompok prajurit tidaklah masuk kedalam daftar yang akan maju di persidangan tetapi Lemonde justru meminta dukungan penuh dari semua pihak terkait untuk dapat menyidangkan lima orang pimpinan khmer Merah yang namanya sudah masuk dalam daftar yang akan diadili.
"Pengadilan (Internasional ) tak akan dapat melakukannya tanpa ada keikutsertaan dari masyarakat Kamboja serta jajaran pemerintahnya," kata Lemonde.
Sam Yet seorang mantan prajurit Khmer Merah mengatakan dirinya siap untuk memberikan keterangan yang akan memberikan bukti atas perbuatan mantan pimpinannya yang merupakan satu pernyataan dukungan yang agak jarang terjadi karena di wilayah Pailin, Pol Pot masih dipandang sebagai tokoh yang berpengaruh.
"Para pemimpin Khmer Merah harus ditahan dan dihukum atas perbuatan mereka ," katanya kepada Reuters sambil berjalan menelusuri jalan utama di Pailin bersama istrinya .
Pailin adalah kota yang terletak di perbatasan dengan Thailand yang menjadi wilayah di bawah kekuasaan Khmer Merah hingga perjanjian pasca kekalahan pada tahun 1997.
"Saudara nomor satu", Pol Pot meninggal pada diwilayah perbatasan dengan Thailand itu pada tahun 1998, hampir dua dekade setelah rezim ultra Maois itu dipaksa turun setelah Vietnam melakukan invasi.
Namun tangan kanan Pol Pot, Nuon Chea dan juga mantan presiden Khieu Sampan, mantan menteri luar negeri Ieng Sary dan istrinya dituntut dengan kejahatan terhadap kemanusiaan tahun lalu.
Tertuduh lainnya adalah Duch, mantan komandan "S-21" satuan unit khusus bagian interogasi dan penyiksaan yang terkenal dengan pusatnya di sekolah menengah Umum Tuol Sleng di Phnom Penh.
Duch sudah mengakui perbuatannya melakukan aksi pembantaian dan menjadi penasihat bagi kelompok lingkaran dalam Pol Pot.
Gubernur Pailin Ee Chhean, yang adalah salah satu kurir pada masa Pol Pot ketika masih bergerilya di hutan, mengatakan ia yakin sidang pengadilan nanti tidak akan banyak mengungkapkan kejahatan di mana mereka-mereka yang masih bertahan hidup di wilayah Pailin hampir semua memiliki "sejarah hitam".
"Pemerintah tak akan menggelar pengadilan yang hanya akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat," kata Ee Chhean. (*/rsd)