Dilaporkan, selain menghanguskan sedikitnya 80 rumah dan sebuah Langgar, kebakaran yang terjadi di RT. 3 dan RT. 39 Jalan Gamelan, Samarinda Utara itu, juga menyebabkan tiga warga terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang terbakar.
Menurut sejumlah saksi mata, api mulai terlihat berkobar dari rumah Rosalinda di Jalan Gamelan RT. 33 No. 24 kemudian merambat ke rumah warga lainnya yang terbuat dari kayu.
Api baru bisa dikuasai dua jam kemudian atau sekitar pukul 22. 30 wita setelah 15 unit Pemadam Kebakaran (PMK) diterjunkan untuk memadamkan kobaran api.
"Saat itu sedang mati lampu, tiba-tiba api terlihat membumbung dari rumah Rosalinda,"ujar seorang saksi mata bernama Abdul Rahman yang menjadi saksi atas peristiwa itu.
Kasat Reskrim Poltabes Samarinda Komisaris Novi Irawan yang ditemui di TKP mengungkapkan, tiga saksi telah dimintai keterangan untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang menewaskan tukang urut tersebut.
"Kami masih menyelidiki adanya laporan korban jiwa lebih dari satu orang. Untuk sementara baru seorang korban yang ditemukan tewas terbakar," kata Novi Irawan.
Dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut kata Kasat Reskrim, adalah lilin dari rumah Rosalinda. Namun kata Novi Irawan, polisi masih menunggu hasil labfor (laboratorium forensik) untuk memastikan asal api.
"Dari keterangan saksi, api berasal dari sebuah bengkel, namun kami belum bisa memastikan sebelum diselidiki lebih lanjut,"tegas Kasat Reskrim Poltabes Samarinda. (*/cax)