"Kalau di darat mereka itu bukan penjahat jalanan karena aksinya sudah terencana secara matang," kata Kadispen Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Rabu.
Pembajakan terjadi Minggu, 23 Desember 2007 yang kemudian kapal itu akan dibawa ke Malaysia oleh para pembajak, namun berhasil digagalkan oleh KRI Sutedi Senaputra-878 di sekitar perairan Pulau Bilangbilangan, Kalimantan Timur.
Tujuh pembajak beserta kapal dan muatannya kemudian dibawa ke Surabaya dan tiba di dermaga Semampir, Koarmatim, Jumat, 11 Januari 2008 untuk diperiksa oleh penyidik Satuan Patroli Terbatas (Satroltas) Lantamal V, Surabaya. Ketujuh pelaku yang menggunakan speed boat dan bersenjata tajam dipimpin oleh Renaldo (34).
Menurut Kadispen, pembajakan terencana itu terlihat ketika para pelaku langsung mengubah cat dan nama kapal menjadi TB Ocean Line-1 dan TK Ocean Line-2 dengan mengantongi surat-surat baru yang seolah-olah asli.
"Perencanaan seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh penjahat jalanan di laut. Bahkan dalam pemeriksaan sementara, mereka mengaku disuruh seseorang untuk membajak kapal itu dengan dijanjikan uang ratusan juta rupiah," katanya.
Meskipun mengaku hanya disuruh, penyidik TNI AL tidak begitu saja percaya dengan pengakuan tersebut. Penyidik masih terus mendalami kasus, termasuk mencari seseorang yang disebut-sebut menjadi dalang atas pembajakan.
"Kami juga mengkaji kemungkinan lain, yakni pemilik CPO bisa saja memang menginginkan barangnya itu dikirim ke luar negeri dengan cara seolah-olah terjadi pembajakan. Tapi semua ini masih kemungkinan yang kami coba dalami terus," katanya.
Menurut Kadispen, penyidik belum mengetahui secara jelas siapa pemilik CPO itu, sementara pemilik kapal sudah diketahui, namun belum bisa disampaikan ke publik. Nantinya penyidik juga akan memintai keterangan pemilik kapal dan CPO tersebut.
Kadispen menjelaskan, hanya dalam tempo waktu 15 jam setelah pembajakan, KRI Sutedi Senaputra-878 dari Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmatim yang tengah berpatroli di sekitar perairan Ambalat Kaltim, berhasil mengejar dan meringkus para pembajak.
Pembajakan terjadi saat tug boat (TB) Makmur Abadi-I yang menarik tongkang (TK) Makmur Abadi-V berlayar dari Tanjung Redep Kaltim tujuan Surabaya. Baru satu hari pelayaran, tujuh pembajak pimpinan Renaldo (34) dengan menggunakan speed boat dan bersenjata tajam melumpuhkan nakhoda Mulin Wabula beserta 11 ABK TB. Makmur Abadi-1 dan TK. Makmur Abadi-V.
"Oleh para pembajak, nakhoda dan ABK disekap dalam satu kamar dengan kaki dan tangan terikat serta mulut dilakban. Kemudian TB. Makmur Abadi-I dan TK. Makmur Abadi-V dicat hitam dan diganti nama menjadi TB Ocean Line-1 dan TK. Ocean Line-2," katanya.
Selanjutnya kapal yang telah dikuasai pembajak yang seharusnya menuju Surabaya berputar haluan menuju ke arah Labuan, Malaysia. Menerima informasi adanya pembajakan dari berbagai sumber, Sabtu 22 Desember 2007 pkl. 23.00 wita, KRI Sutedi Senaputra-878 yang dikomandani Mayor Laut (P) Avianto Rooswirawan segera mengejar. (*/cax)