< >

Pemerintah Akan Turunkan BM Kedelai Impor

Rabu, 16 Januari 2008 09:47
Kapanlagi.com - Pemerintah akan menurunkan Bea Masuk (BM) kedelai impor untuk memastikan pasokan bahan baku industri tempe dan tahu itu terjangkau dengan harga yang lebih murah.

"Kami akan turunkan BM kedelai dari 10 persen menjadi nol persen," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, di Mumbai, Selasa.

Baru-baru ini, harga kedelai di dunia mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan membuat pada produsen tahu dan tempe berunjuk rasa.

Indonesia selama ini hanya dapat memproduksi sekitar 600ribu - 800 ribu ton sementara kebutuhan setiap tahunnya mencapai 1,8 juta ton dengan 1,2 juta ton dipenuhi dengan impor yang biasanya didatangkan dari Amerika Serikat (AS) dan Argentina.

Mendag menegaskan pemerintah masih membahas kebijakan serupa untuk komoditi terigu yang sebagian besar bahan bakunya dimpor dari Australia.

"Kebijakan untuk tepung terigu (kebijakannya) masih kami pelajari," ujar Mendag.

Sementara itu, Mendag menegaskan pemerintah masih mempertahankan kebijakan Pungutan Ekspor (PE) progresif untuk produk minyak kelapa sawit CPO) meski harganya telah melampaui 1.000 dolar AS per ton pekan lalu.

"Kita umumkan Harga Patokan Ekspor (HPE) setiap awal bulan, kami akan naikkan lagi HPEnya pada periode berikutnya. Pada Februari akan ada revisi HPE tergantung harga dunia. Untuk sekarang Pungutan Ekspor (PE)nya tetap 10 persen karena menurut aturan jika harga CPO dunia melampaui 850 dolar AS per ton," kata Mendag. (kpl/rit)