< >

Kedelai Langka, Pembuat Tempe Manfaatkan Stok Sisa

Rabu, 16 Januari 2008 12:23
Kapanlagi.com - Pengusaha tempe dan tahu di Tangerang, terpaksa memanfaatkan sisa persediaan (stok) kacang kedelai yang masih tersedia untuk diproduksi menjadi tahu dan tempe siap makan.

"Produksi tempe dan tahu hanya menghabiskan persediaan kacang kedelai yang masih tersisa," kata Juwarsih (43), pembuat tahu dan tempe di Kenanga, Cipondoh, Tangerang, Rabu.

Juwarsih mengatakan, tidak akan memproduksi tempe atau tahu lagi jika harga kacang kedelai masih tinggi.

Sebelumnya, sekitar 200 pedagang dari Tangerang bergabung dengan pembuat tahu dan tempe se-jabodetabeka berunjuk rasa di depan Istana Presiden di Jakarta pada hari Senin (14/1).

Pedagang dan pembuat makanan khas Indonesia tersebut menuntut pemerintah agar menurunkan harga kacang kedelai dari Rp7.500 per kilogram kembali seperti harga semula, yakni Rp3.500 per Kg.

Rencananya pembuat maupun pedagang tempe atau tahu akan mogok berproduksi dan berdagang sejak hari Senin hingga (17/1) mendatang.

Namun beberapa pedagang masih menjual tempe dan tahu karena memanfaatkan persediaan kacang kedelai yang masih tersisa.

Juwarsih mengungkapkan, ukuran tempe yang diproduksinya lebih kecil dibanding sebelum harga bahan baku utama mengalami peningkatan.

Awalnya pembuatan tempe berukuran 8 X 30 sentimeter, namun karena harga bahan baku utama melambung maka ukurannya dikurangi menjadi 6 X 25 sentimeter.

Selain itu, produksi ukuran tempe diperkecil untuk menekankan biaya produksi sehingga masih mendapatkan keuntungan. (kpl/rit)