< >

Menteri PU Akan Lihat Langsung Pembangunan Tol

Rabu, 16 Januari 2008 13:57
Kapanlagi.com - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto akan melihat langsung kemajuan pembangunan jalan tol yang berdasarkan laporan baru ada dua yang rencananya akan dibangun secara besar-besaran.

"Akhir Januari 2008 saya akan Surabaya akan melihat pembangunan tol Surabaya - Mojokerto," kata Djoko di Jakarta, Rabu, usai menghadiri acara penandatangan kredit Tol Becakayu (Bekasi - Cawang -Kampung Melayu).

Djoko mengatakan, investor Surabaya - Mojokerto sudah berjanji untuk membangun secara besar-besaran karena kreditnya sudah cair disamping sebagian besar tanahnya sudah dibebaskan.

Kemudian ruas Tol Kanci - Pejagan, pembebasan tanahnya saat ini sudah mencapai 90 persen. Rencananya PT Semesta Marga Raya selaku investor ruas ini akan membangun secara besar-besaran.

Kemudian untuk ruas yang dikerjakan PT Jasa Marga Tbk, BUMN Jalan Tol, Djoko mengatakan, tidak terlalu khawatir mengingat perusahaan ini baru memperkuat permodalannya melalui IPO.

Seperti ruas tol Jalan Lingkar Bogor (Bogor Ring Road) yang saat ini tengah memasuki tender kontraktor, sedangkan Semarang - Solo meskipun masih ada kendala pembebasan tanah akan tetapi pemerintah optimis dapat dipecahkan, kata Djoko.

Sedangkan untuk ruas lainnya, Djoko mengaku, masih harus didorong-dorong agar pekerjaan dapat segera dimulai. Seperti tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) ruas W1 (Kebon Jeruk - Penjaringan) yang sampai saat ini belum berjalan.

"Saya sangat menyayangkan tanah sudah bebas tetapi pembangunan tidak jalan-jalan. Apa itu. Pemerintah jadinya seperti disandera. Kalau memang tidak bisa sebaiknya investornya mundur," kata Djoko kesal.

JORR W1 dibangun melalui investor PT Jalan Lingkar Barat Satu (JLB1) sampai saat ini belum ada kemajuan dalam pembangunannya. Padahal pembebasan tanahnya sudah selesai tinggal memasuki tahap konstruksi.

Djoko mengatakan, pihaknya selaku wakil pemerintah akan mendukung investor yang telah menandatangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) apabila di lapangan ternyata menemui hambatan.

Akan tetapi investor juga dituntut untuk membuktikan kemampuan equitynya, seperti untuk perjanjian kredit dengan bank setidaknya 30 persen dari investasi harus disiapkan, begitu juga apabila ingin mendapatkan dana talangan pembebasan tanah harus ada dana mereka yang ditempatkan.

"Jadi kalau memang ada kemauan positif dari investor pemerintah akan berupaya membantu," kata Djoko.

Dalam sambutannya Menteri PU mengatakan, saat ini sudah ada 18 ruas tol yang telah membuat kesepakatan kredit dengan bank dengan nilai pinjaman Rp36 triliun untuk investasi Rp48 triliun. (kpl/rit)