"Industri bersama yang akan kita kembangkan bersama khususnya untuk pesawat dan kendaraan angkut," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono usai bertemu dengan Menhan Republik China di Jakarta, Rabu.
Dalam pengembangan industri pertahanan bersama tersebut, tambah dia, akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Strategis pertahanan dalam negeri.
Selain industri pertahanan bersama, kedua pihak sepakat untuk mengadakan pembiayaan bersama dalam pengembangan industri pertahanan.
"Terkait pembiayaan bersama tersebut, perlu dibicarakan lebih rinci antara Departemen Keuangan dan Badan Pembangunan Nasional masing-masing negara," kata Juwono.
Pada kesempatan yang sama Menhan China Jenderal Cao Gangchu mengatakannya kunjungannya kali ini untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara yang dilakukan dengan dasar saling pengertian dan kemitraan.
"Selama ini, kerja sama yang terjalin antara kedua negara sudah berjalan cukup baik dan kita sepakat untuk meningkatkan kerja sama yang sudah ada di masa depan di semua tingkatan kerja sama," katanya.
Gangchu menambahkan, pihaknya yakin RI dan China dapat terus menjalin kerjasama pertahanan di semua tingkat seperti latihan bersama dan pertukaran perwira, bintara dan tamtama kedua angkatan bersenjata.
RI dan China juga sepakat untuk mengembangkan kerja sama teknik, latihan bersama dan pendidikan, pertukaran doktrin dan cara-cara operasi militer.
Angkatan bersenjata kedau negara juga sepakat untuk membentuk komite kerja sama bidang pertahanan (joint cooperation committee).
Sekjen Dephan, Panglima TNI dan Kasum TNI akan merinci kerja sama angkatan bersenjata kedua negara dalam komite itu secara teknis baik di masing-masing angkatan darat, laut dan udara.
Usai mengadakan kunjungan kehormatan ke Menhan Juwono, Gangchu juga mengadakan kunjungan kehormatan ke Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dan Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat. (*/cax)