< >

Jero Wacik: Tetap Bersyukur Meski Belum Puas

Rabu, 16 Januari 2008 15:29
Kapanlagi.com - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan merasa belum puas dengan apa yang sudah dicapai selama 2007, terutama dengan tingkat pencapaian kunjungan wisatawan manca negara (wisman) 5,5 juta.

"Tetapi sebagai manusia yang beragama kita harus mensyukurinya."

Dalam mengevaluasi angka kunjungan wisman itu, yang terpenting adalah harus dilakukan secara fair, obyektif dan logis dan tidak ada akal-akalan.

"Dari target 6 juta, kita sudah mencapai angka 5,5 juta dan itu harus kita syukuri dan target 2008 kita tetapkan 7 juta kunjungan wisman. Dengan kerja keras dan selalu berfikir positif angka itu akan dapat dicapai," kata Wacik pada pembukaan Rakornas Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta, Rabu.

Wacik menghimbau dinas-dinas di seluruh Indonesia hendaknya menggaungkan sifat-sifat berfikir positif dan berbicara positif sesuai dengan budaya Indonesia. Disamping juga tetap terus berpijak pada Sapta Pesona.

Menurut Wacik, angka 2007 itu merupakan rekor baru dan angka tertinggi dalam 10 tahun. "Angka tertinggi pernah dicapai pada 2004 sebanyak 5,3 juta."

Ia juga mengakui meski banyak penilaian yang ditujukan pada departemennya bahwa promosi mengenai "Visit Indonesia Year 2008" sangat terlambat dilakukan, namun pihaknya tidak merasa pesimis karena banyak mendapat dukungan dari industri MICE (Meeting, Incentive, Convetion and Exhibition), dengan banyaknya di bangun tempat-tempat konvensi dan hotel untuk penyelenggaraan konvensi tingkat internasional akhir-akhir ini seperti yang berlangsung di Bali, Medan dan juga Bandung.

"MICE diharapkan dapat tingkatkan industri pariwisata. Semua program pada 2008 harus dilaksanakan. Tancap gas , isi dengan premium dan kalau perlu dengan premix," kata Wacik yang disambut tawa peserta Rakornas Budpar yang dihadiri Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan juga anggota Komisi X DPR-RI yang juga Ketua PHRI Yanti Sukamdani.

Selain itu dukungan juga sudah banyak diberikan antara lain dari maskapai-maskapai penerbangan yang sudah mencat pesawatnya dengan logo dan tulisan "Visit Indonesia Year 2008", seperti dilakukan Garuda Indonesia, Batavia Air dan juga Lion Air.

Pada kesempatan itu Wacik juga mengemukakan bahwa ada tiga Rancangan Undang-Undang (RUU)yang tengah dalam proses yakni Undang-undang mengenai Kepariwisataan dan RUU Cagar budaya, sedangkan RUU Perfilman dalam revisi.

Rakornas Kebudayaan dan Pariwisata betema "Pemantapan Pelaksanaan Program Kebudayaan dan pariwisata 2008-2009" itu, menurut Ketua Panitia pelaksana, Fathul Bahri, berlangsung dua hari diikuti sekitar 252 peserta dari dinas-dinas kebudayaan dan pariwisata di seluruh Indonesia serta asosiasi-asosiasi terkait.

Rakornas dimaksudkan untuk tercapainya suatu koordinasi terpadu antara pemerintah, masyarakat dan swasta dalam melaksanakan seluruh program dan kegiatan pembangunan kebudayaan dan pariwisata. (kpl/rit)