Dalam pertemuan pihak Monnet dengan Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin didampingi Bupati Sarolangun H Hasan Basri Agus dan Bupati Bungo Zulfikar Achmad di Jambi, Rabu, menyepakati akan membuat perjanjian (MoU) di Jakarta pada 21 Januari 2008.
Gubernur Zulkifli mengatakan, menyambut baik keinginan investor India untuk membangun PLTU di mulut tambang batubara di Kabupaten Sarolangun dan Bungo.
"Namun kerjasama itu harus jelas bentuk shar-nya, kita juga perlu tau garansi atau bank penjamin, sebab kita tidak mau investor itu hanya modal dengkul," katanya.
Sementara itu, Bupati Sarolangun Hasan Basri Agus mengatakan, tindaklanjut kerjasama itu tergantung Pemprov Jambi.
Sedangkan Pemkab Sarolangun hanya menyediakan sumber bahan bakar batubara yang saat ini hasil rekaan cadangan yang dimiliki mencapai 399 juta ton dengan kandungan kalori 4.800 sampai 6.800.
Ia mengakui kerjasama itu nanti juga dengan PLN sebagai pembeli atau menyalurkan listrik.
Dalam keterangan terpisah Nuhendi, mitra perusahaan Monnet India untuk Indonesia, menjelaskan, pihaknya menjalin kerjasama dengan Pemprov Jambi membangun PLTU 500 MW tahap pertama, karena nantinya akan terus mengembangkan peningkatan kapasitas terpasang hingga 1.000 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera.
Bentuk kerjasama itu membutuhkan tahapan lanjutan seperti pra dan studi kelayakan dimana lokasi PLTU yang tepat, serta perjanjian lain yang mengikat hingga memiliki kekuatan hukum yang kuat.
Perusahaan tersebut masuk ke Jambi untuk membangun PLTA karena melihat potensi batubara di Jambi yang terukur mencapai 1,5 miliar ton memungkinkan bisa bertahan 20 sampai 30 tahun mendatang.
Selain kalori batubara yang masih rendah amat tepat untuk digunakan sumber bahan bakar pembangkit, kata Nuhendi. (kpl/rit)