"Beberapa pengusaha dari berbagai negara seperti India dan negara di Eropa bergabung untuk membangun rel KA itu, yang didukung beberapa perbankan," kata Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin di Bengkulu, Rabu.
Mengenai pelaksanaan pembangunan fisik, menurut dia dalam waktu dekat akan direalisasikan.
"Saya belum tahu waktu pastinya karena kini masih proses persiapan, namun dalam waktu dekat ini," katanya.
Pembangunan rel kereta api merupakan program prioritas yang akan dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Pada 2008 ada dua kegiatan pokok yakni penyelesaian detail enginering design (DED) jembatan senilai Rp1 miliar yang dibiayai APBD Provinsi Bengkulu dan pembangunan konstruksi tahap oleh konsorsium pengusaha asing.
Pembangunan rel kereta api Kota Padang-Pulau Baai sudah dimulai sejak 2004, yang dimulai dengan kegiatan di awal dengan pra fisibility study (FS) pada 2004 dengan menghabiskan anggaran Rp265 juta dari APBD, kemudian pada 2005 dilakukan FS lanjutan dengan bantuan dana dari APBN sebesar Rp400 juta.
Usai FS, dilanjutkan dengan kegiatan basic design (BD) tahap pertama yang juga dilakukan pada 2005 dengan dana dari APBD sebesar Rp400 juta dan BD tahap dua pada 2006 sebesar 490 juta, juga dibiayai dana APBD.
Selanjutnya pada 2006, juga dilakukan kegiatan DED sepanjang 12 Km yang didanai APBD senilai Rp500 juta.
Pekerjaan dilanjutkan pada 2007, dengan melaksanakan DED tahap dua sepanjang 38 Km dengan dana bantuan APBN sebesar Rp1,5 miliar, serta pembangunan stasiun barang di Pulau Baai senilai Rp2,5 miliar.
Pembangunan rel kereta api ditujukan agar pengangkutan hasil pertanian, perkebunan dan pertambangan dari Bengkulu dan sekitarnya seperti Kota Lubuk Linggau, Muara Enim, Lahat, Musi Rawas dan Musi Banyu Asin dalam dilakukan lewat pelabuhan Pulau Baai.
Khusus pengangkutan hasil tambang batu bara telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding -MoU) antara Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin dengan PT Bukit Asam, perusahaan tambang batubara, yang isinya menyetujui mengirim batubara lewat Pulau Baai. (*/rsd)