"Jumlah 1.231.422 ton GKP sama dengan 1.066.288 ton GKG (gabah kering giling). Jika produksi itu diberas-kan bisa mencapai 689.596 ton beras," kata Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Karawang, Didy Sarbini di Karawang, Rabu.
Sebelumnya, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Karawang mencatat hampir setiap tahun luas areal pertanian di Kabupaten Karawang mengalami pengalihfungsian lahan hingga 135 - 139 hektare.
Menurut Didy, dari 689.596 ton beras yang diproduksi selama 2007, sebanyak 285.000 ton beras diperuntukkan untuk kebutuhan masyarakat Karawang. Sedangkan kelebihannya sebanyak 404.596 ton beras disumbangkan untuk kebutuhan Provinsi Jawa Barat dan nasional.
Dengan demikian, ia menegaskan kontribusi Kabupaten Karawang terkait dengan kebutuhan beras Provinsi Jawa Barat dan nasional sangat besar, dibandingkan dengan kabupaten/kota lain.
"Melihat surplus produksi beras yang mencapai 404.596 ton beras, maka kontribusi Karawang terkait kebutuhan beras Provinsi Jawa Barat dan nasional sangat besar," katanya.
Sementara itu, kebutuhan masyarakat Karawang per tahun yang mencapai 285.000 ton beras tersebut disesuaikan dengan penghitungan rata-rata masyarakat yang membutuhkan beras sebanyak 387,5 gram beras per orang setiap harinya.
Angka penghitungan tersebut disesuaikan dengan jumlah masyarakat Karawang sebanyak 2.016.053 kepala, termasuk yang masih bayi.
"Dari bayi, anak kecil, orang dewasa hingga yang sudah jompo sudah terhitung semua, sehingga ditemukan angka 285.000 ton beras yang dibutuhkan masyarakat Karawang selama setahun," katanya.
Sebanyak 1.500 areal pertanian yang merupakan daerah tadah hujan di Karawang, selama tahun 2007 lalu, tidak melakukan penanaman padi, karena selama 2007 lalu musim kemarau sempat berkepanjangan.
"Percuma jika dilakukan penanaman, karena tahun lalu jarang sekali hujan," kata Didy.
Selain itu, terdapat pula sekira 200 hektar areal pertanian yang diserang berbagai macam hama, selama 2007, yakni serangan hama pengerek batang, hama wereng batang coklat, gangguan tikus, dan jenis hama-hama yang lain.
Dikatakannya, sebanyak 200 hektar areal pertanian yang diserang hama itu terdapat di hampir setiap wilayah sekitar Karawang. "Serangan hama pada tahun 2007 lalu hampir merata di setiap desa," katanya seraya menambahkan, pada akhir 2007 lalu, luas areal pertanian Karawang secara keseluruhan berjumlah 93.456 hektar.
Serangan hama yang hampir merata itu, tambahnya, lebih disebabkan karena pola tanam yang mengacu padi-padi-palawija, pada 2007 lalu.
Menurutnya, melihat berbagai jenis hama yang menyerang areal pertanian selama 2007 lalu dan menghitung produksi pertanian di Karawang, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Karawang menargetkan produksi pertanian 2008 sebanyak 1.249.893 ton gkp.
"Angka itu lebih banyak dari produksi yang kami capai pada 2007 lalu. Mudah-mudahan saja bisa tercapai," katanya. (*/rsd)