< >

Perbankan Sudah Waktunya Sokong Peran UMKM

Rabu, 16 Januari 2008 22:20
Kapanlagi.com - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah berperan besar mengurangi angka kemiskinan dan menyokong perekonomian nasional sehingga perkembangan sektor UMKM kini perlu mendapat perhatian berbagai pihak.

"Hambatan utama UMKM untuk berkembang, antara lain, keterbatasan akses sumber daya finansial karena sifatnya yang tak berbadan hukum, bermodal kecil, dan pengelolaannya sebagian masih tradisional," kata anggota Kadin Provinsi Jateng, Putranto Handoyo (48), di Semarang, Rabu.

Hal itu, katanya, berakibat UMKM menjadi kurang tersentuh pelayanan lembaga keuangan formal atau perbankan yang selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memutuskan penyaluran kredit sehingga keberpihakan bank dan lembaga keuangan kepada UMKM merupakan kunci pemberdayaan keuangan mikro.

"Krisis memberi pelajaran berharga, bahwa salah satu pelajaran penting yang sebelumnya diabaikan dari upaya penurunan angka kemiskinan adalah pentingnya peranan UMKM karena di tengah krisis, UMKM justru mampu menyangga perekonomian Indonesia. Mereka tidak gulung tikar," katanya.

UMKM menjadi katup pengaman dampak negatif krisis berupa peningkatan jumlah pengangguran, kemiskinan, dan masalah sosial lain. Daya tahan UMKM tercipta karena UMKM tidak banyak memiliki ketergantungan pada faktor eksternal dalam melakukan kegiatan seperti utang dalam valuta asing dan bahan baku impor, katanya.

Keunggulan lain UMKM adalah dominasi kandungan lokal dalam proses produksi, orientasi pemasaran ke dalam negeri, dan harga yang terjangkau konsumen sehingga mampu membuat UMKM tahan goncangan saat terjadi krisis ekonomi, katanya.

Ia menilai, hingga kini sektor ekonomi yang paling besar mendapatkan kredit perbankan adalah perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) sehingga usaha yang mendapatkan porsi terbanyak adalah usaha menengah.

"Usaha mikro yang identik terdapat di pedesaan atau pertanian ternyata belum mendapatkan perhatian besar. Semestinya keinginan pemerintah untuk mencanangkan program revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan disambut kalangan perbankan dengan alokasi kredit yang lebih besar," katanya.

Ia berharap kalangan perbankan lebih serius mengalokasikan kucuran dananya kepada kalangan UMKM di Jateng yang jumlahnya hingga kini mencapai jutaan unit.

Keberadaan UMKM di Jateng, katanya, mempunyai peran besar dalam menyokong perekonomian nasional dan menekan angka kemiskinan sehingga sudah sewajarnya semua pihak, terutama perbankan untuk ikut memerhatikan UMKM. (*/rsd)