< >

JICT Perluas Kawasan Terminal Petikemas

Rabu, 16 Januari 2008 23:13
Kapanlagi.com - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) sedikitnya mengalokasikan anggaran US$150 juta hingga tahun 2010 untuk menjamin kelancaran pelayanan petikemas di kawasan itu menyusul terjadinya keterlambatan pelayanan di awal tahun akibat kepadatan lapangan penumpukan.

"Dana sebesar itu antara lain untuk membangun sistem komputer terbaru, perluasan lapangan penumpukan seluas 12 hektar arah ke Timur dan lapangan parkir truk seluas 14 hektar yang berada di dekatnya," kata Dirut JICT Bambang Bhakti kepada pers di Jakarta, Rabu.

Jika lapangan penumpukan baru selesai dibangun, lanjutnya, maka daya tampung kontainer akan meningkat dari 35.000 (twenty feet equivalent units/TEUS) menjadi 55.000 TEUS sehingga kekhawatiran bakal terjadi kepadatan penumpukan petikemas (kongesti) seperti menjelang tutup tahun, tidak perlu lagi.

Menurutnya, kongesti yang terjadi akhir tahun 2007 kata Bambang, tidak akan mengganggu arus petikemas (throughput) JICT, karena sifatnya hanya sementara dan pada minggu pertama dan kedua sudah bisa diatasi.

"Hanya saja pelayanan dirasakan pengguna jasa pelabuhan Tanjung Priok menurun, karena pekerja harus kerja ekstra menghadapi kongesti itu," katanya.

Namun, Bambang tidak bisa menuding siapa yang salah atas kongesti tersebut.

Selain itu kata tambahnya, JICT akan membangun gorong-gorong, saluran air setinggi tiga meter dengan kedalaman 10 meter di bawah perumahan penduduk dan menuju laut di lapangan penumpukan.

"Akses jalan menuju JORR yang sedang dibangun pemerintah dan melewati Tanjung Priok juga segera dibangun JICT," katanya.

Selama satu pekan terakhir ini, kegiatan bongkar petikemas dari kapal sempat terganggu yang ditandai dengan adanya permintaan perpanjangan masa tambat kapal di dermaga JICT maupun TPK Koja.

Berdasarkan laporan Pusat Pelayanan Satu Atap (PPSA) pelabuhan Tanjung Priok, mencatat ada dua kapal di JICT dan dua kapal di TPK Koja yang meminta perpanjangan masa tambat.

Namun Bambang Bhakti mengatakan, perpanjangan itu bukan akibat kepadatan petikemas di lapangan penumpukan, tetapi itu adalah permintaan langsung dari perusahaan pelayaran untuk menyesuaikan jadwal dengan pelabuhan tujuan.

Percepat Pengeluaran

Pada bagian lain, Bambang menyarankan untuk menghindari kepadatan petikemas, pihaknya mendorong pemilik barang (importir) mempercepat pengeluaran barangnya dari lapangan penumpukan setelah proses bongkar dari kapal selesai dilakukan.

"Memang sempat terjadi keterlambatan pelayanan, tapi saat ini tingkat isian lapangan penumpukan sudah kembali mencapai 80%, setelah konsolidasi dengan sejumlah depo, bea cukai maupun Administrator Pelabuhan Tanjung Priok dilakukan," katanya.

Seiring dengan rencana kerja tahun 2008, Bambang optimis mengatakan, tingkat pertumbuhan berjalan signifikan sesuai rencana pengembangan perusahaan.

"Tahun ini kami telah mentargetkan pelayanan hingga dua juta TEUS atau naik 200 ribu TEUS dari tahun 2007 sebesar 1,8 juta TEUS," katanya.

Dia menambahkan, target 2 juta Teus pada 2008 ini bakal tercapai karena pada bulan Desember 2007 arus peti kemas yang ditangani JICT sudah mencapai 170 ribu.

"Kalau angka ini saja bertahan, berarti arus peti kemas tahun 2008 mencapai 170 ribu x 12 yaitu 2.040.000 Teus," katanya. (*/rsd)