Pengawas Administrasi dan Pemasaran Pertamina Area Sales Manado, Femmy Sundah di Manado, Rabu mengatakan, harga keekonomian tertinggi untuk minyak solar transportasi (PBBKB 100%) mencapai Rp8.944,70 per liter sudah termasuk pajak, naik 4,68% dibandingkan periode 1 Desember 2007 sebesar Rp8.544,50.
Sedangkan harga minyak solar kehutanan dan pertambangan (PBBKB 90 persen) menjadi Rp8.905,81 per liter dibanding bulan sebelumnya hanya Rp8.507,35.
Solar bagi industri umum (PBBKB 17 persen) Rp 8.622,57, sebelumnya Rp8.236,7 9 dan solar tanpa PBBKB Rp8.555,80 dari Rp8.173, kata Femmy.
Untuk premium tranportasi naik menjadi Rp8.135,10 sebelumnya Rp7.737,20 per liter, naik 5,14 persen, premium kehutanan dan pertambangan Rp8.099,73 dari Rp7.703,56, premium industri umum Rp7.842,13 sebelumnya Rp7.458,56.
"Minyak tanah industri turun tipis menjadi Rp8.518,40 dari bulan sebelumnya sebesar Rp8.529,40 per liter, minyak diesel naik jadi Rp8.292,90 sebelumnya Rp7.944.20 dan minyak bakar Rp5.921,30 dari Rp5.893,80,"kata Femmy.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Gemmy Kawatu, mengatakan, kenaikan harga BBM industri tersebut pasti berdampak terhadap harga kebutuhan pokok yang bakal naik.
"BBM merupakan komponen strategis bagi industri makanya setiap adanya gejolak harga imbasnya dirasakan tekanannya pada harga jual barang,"kata Gemmy.
Adanya kenaikan BBM industri yang cukup tinggi semakin memberatkan industri, kata General Manager PT Bimoli Bitung, Stevanus Prasethio.
"Memberatkan. Industri terpaksa pasrah dengan kondisi yang makin memberatkan tersebut,"kata Stevanus.
Di Sulut terdapat sekitar 200 industri yang menjadi pelanggan BBM harga keekonomian di Pertamina Manado, dari jumlah tersebut 10 penyerap terbesar yakni Makin Group serapan nasional 596 Kiloliter sedang realisasi Sulut untuk bulan Desember tidak ada
Indofood Group 9.103 KL (nasional) realisasi Sulut 112 Kl untuk PT Bimoli dan 96 Kl PT Indofood, PT Charoen Pokhphand 6.129 Kl (Nasional) serapan di Sulut 6 Kl, Pabrik Gula Gorontalo 280 Kl, Sinar Pure Foods 184 Kl dan PT Gerbang Nusa Perkasa 136 Kl. (*/rsd)