"Angkanya jauh di atas estimasi awal Rp96 miliar sesuai tertuang dalam rencana bisnis perusahaan," kata Direktur PT Citra Marga Surabaya, Adityawarman di Jakarta, Rabu, di sela-sela acara penandatanganan kesepakatan kredit ruas tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu.
Perusahaan, katanya, telah melaksanakan negosiasi ulang tahun 2006 sesuai Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan pemerintah (Departemen PU) untuk biaya pembebasan tanah sebesar Rp300 miliar dengan target operasi Februari 2007.
Pembebasan tanah itu berdasarkan asumsi biaya investasi Rp1,4 triliun serta besaran tarif Rp5.000. Saat ini tengah diusulkan kepada Menteri Pekerjaan Umum agar dapat segera ditetapkan, katanya.
Menurutnya, tarif ini sebenarnya jauh dari perkiraan bisnis mengingat harga tanahnya sudah di atas estimasi belum kalau dihitung kenaikan biaya konstruksi akibat ruas ini terhambat akibat pembebasan tanah.
Aditya mengatakan, ruas ini pada bulan Januari ini akan tersambung seluruhnya, sehingga bulan Maret bisa dilaksanakan ujicoba, dengan demikian awal April sudah dapat beroperasi, sekalian menunggu penetapan tarif.
Aditya mengatakan, saat ini pembangunan konstruksi masih dalam bentuk beton, dalam dua minggu ke depan akan masuk pengaspalan, serta itu baru dibuat marka jalan menunggu aspal kering.
Dia optimis dengan beroperasinya ruas ini mampu menjaring 50.000 kendaraan per harinya, sehingga dapat dihitung besar pendapatan yang akan diraih PTB Citra Marga Nushapala Persada Tbk selaku pemegang saham.
PTB Citra Marga Surabaya dimiliki 95 % PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk, serta 5 % PTB Jasa Marga Tbk. Harapannya setelah ruas ini beroperasi PT Citra Marga Nushapala Persada akan lebih fokus pada pembangunan tol Depok - Antasari Jakarta.
Aditya mengaku lega dengan selesainya ruas ini setelah memakan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan. Pada tahun 2003 pembangunan dilanjutkan kembali setelah sempat terhenti. (*/rsd)