Atasi Kelangkaan, Produsen Nyatakan Siap Pasok Semen Rp40 Ribu/ Zak
Kapanlagi.com - Produsen semen sepakat untuk memasok Sumatera Utara dengan harga jual maksimal Rp40 ribu per zak, ukuran 40 kg . Kesepakatan pasokan untuk mengatasi kelangkaan itu terungkap dalam pertemuan para distributor semen, manajemen Semen Padang, Tiga Roda, Andalas dan Holcim bersama anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag, Ardiansyah Parman dan Kadis Perindag Sumut, Mohammad Hasbi Nasution di Kantor Disperindag Sumut, Jalan Putri Hijau, Medan, Rabu. Pertemuan itu dilakukan untuk membahas permasalahan sebenarnya penyebab kelangkaan dan lonjakan harga semen dan sekaligus untuk mendapatkan solusi. "Harga jual memang tidak bisa ditetapkan apalagi produsen melakukan kesepakatan pada harga semen yang merupakan komoditi bebas alias tidak diatur. Tapi kalau kita semua mau sepaham untuk menurunkan harga pasti bisa," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Depdag, Ardiansyah Parman. Menurut dia, kelangkaan dan mahalnya harga semen di Sumut dan beberapa provinsi lainnya menghambat program pemerintah untuk meningkatkan pembangunan baik yang dilaksanakan perorangan atau proyek pemerintah. "Pemerintah tidak akan tinggal diam, kalau ada pihak-pihak yang melakukan tindakan yang menghambat pembangunan," katanya. Dia mengakui, hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelangkaan semen merupakan dampak dari melonjaknya permintaan pada akhir tahun lalu dengan besaran diluar perhitungan. Sementara, kenaikan harga jual, merupakan dampak dari kelangkaan yang dimanfaatkan pedagang bahkan tidak tertutup kemungkinan adanya pelarian semen dari Sumut ke daerah lain seperti ke NAD. "Harus ada pertemuan rutin dengan semua pihak terkait masalah semen sehingga tidak terjadi lagi kelangkaan dan lonjakan harga seperti tahun 2007 yang masih juga berlangsung hingga awal Januari 2008," katanya. Kepala Bidang Penjualan Wilayah Sumut PT.Semen Padang, Eddy Suryadi, mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah mengimbau agar distributor Semen Padang tidak menjual semen dengan harga tinggi dan harus melancarkan distribusi. "Pada kondisi dewasa ini, harga jual sebesar Rp35 ribu per zak sudah memberi keuntungan kepada distributor," katanya. Kalau distributor menjual Rp35 ribu per zak, tambahnya, maka harga jual di eceran tidak lebih dari Rp40 ribu per zak dari saat ini yang sudah Rp50 ribuan per zak. Dia juga mengakui, adanya lonjakan permintaan semen di Sumut, seperti pada ahun lalu, dari rencana penyaluran sebanyak 747.000 ton, realisasi penjualan mencapai 890 ribu ton. Anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba, mengatakan, tahun 2007 hingga November pasokan semen ke Sumut sudah mencapai 1,8 juta ton dari 1,5 juta ton pada periode sama 2006. "Tapi harusnya lonjakan permintaan itu tidak dimanfaatkan produsen, distributor atau pedagang untuk menaikkan harga dengan taktik membuat kelangkaan," katanya. Menurut Parlin, dengan adanya kesepahaman bersama untuk membanjiri pasar Sumut dengan semen dan menjaga harga jual supaya kembali ke angka normal atau maksimal Rp40 ribu per zak, maka terhitung Kamis (17/1) kalau masih ditemukan kelangkaan dan kenaikan harga lagi, kepolisian bisa segera mengambil tindakan. Hingga Rabu, selain harga masih mahal, kelangkaan semen di Medan masih terjadi. Di kawasan Jalan Gatot Subroto, Medan, misalnya, beberapa toko mengaku tidak memiliki stok semen sudah hampir satu bulan. "Sudah hampir satu bulan, kami tidak mendapat semen untuk dijual. Jadi kami memfokuskan jual semen mortar (semen jadi)," kata Yani, karyawan di Toko Utama Jaya. (*/rsd) |