< >

Manajer Arema Serahkan Kasus Terhentinya Pertandingan ke PSSI

Kamis, 17 Januari 2008 10:24
Kapanlagi.com - Manajer Arema, Satrija BW menyatakan ia menyerahkan terhentinya pertandingan babak delapan besar Arema-Persiwa ke pihak PSSI.

"Saya menyerahkan ke PSSI atas kelanjutan pertandingan ini," kata Satrija ditemui usai terjadinya kerusuhan di stadion Brawijaya Kediri, Rabu malam.

Sebelumnya, pendukung fanatik tim sepak bola Arema Malang atau Aremania mengamuk di Stadion, sebagai bentuk pelampiasan terhadap kepemimpinan wasit yang memimpin pertandingan antara Arema melawan Persiwa Wamena.

Pertandingan tak bisa dilanjutkan lagi setelah dua buah gawang terbakar akibat ulah oknum suporter yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit.

"Saya juga tidak tahu mau diapain pertandingan ini. Saya mau tanya ke perangkat pertandingan, mereka tidak ada di stadion," katanya di hadapan pers.

Ia menyesalkan terjadinya kerusuhan di stadion Brawijaya ini.

Pertandingan tersebut dihentikan di menit ke-76 dengan hasil sementara Arema tertinggal 1-2 dari Persiwa. Kemarahan Aremania memuncak setelah tiga gol Arema yang dilesakkan ke gawang Persiwa dianulir oleh wasit Djajat Sudradjat.

Persiwa sempat memimpin melalui gol yang diciptakan Mariano Oscar dan Peter. Sedang satu-satunya gol Arema diciptakan Emile Mbamba.

Sejak gol Patricio Pato Morales dianulir wasit, Aremania sudah berulah dengan memukul kepala seorang asisten wasit Yuli Suratno sampai pingsan. Sebelumnya Pato juga telah mencetak gol, tapi dianulir lantaran wasit menganggap hands ball sebelum menceploskan si kulit bundar ke gawang Persiwa yang dijaga Charles Wuff.

Di menit ke-52 sundulan Mbamba juga mampu menembus gawang Persiwa, tapi lagi-lagi wasit menganulirnya. Hal inilah yang membuat Aremania yang tadinya bersemangat memberikan dukungan bagi timnya di tribun stadion serentak turun ke lapangan dengan melompat pagar sebelum membakar dua buah gawang.

"Saya mendapat telepon dari rekan yang menyaksikan di televisi bahwa gol Mbamba masuk, Ini ada apa," katanya.

Ia juga menyesalkan kaburnya perangkat pertandingan dari lapangan. (*/cax)

KOMENTAR PEMBACA

ipenk (17-01-2008 16:57:14)
saya sangat kecewa dengan perangkat pertandingan.karena wasit tdk becust dalam memimpin pertandingan.mulai dr dulu kepemimpinan wasit djajat sudradjat sngat mengecewakan.sehingga pertandingan antara arema Vs Persija Pd waktu final copa 2005 dlu disenayan juga sempat ricuh karena kepemimpinanx dan kemaren malam juga begitu.Saya minta kepada pssi untuk memecat atau memberi sanksi kepada wasit tsb.Kami atas nama Aremania SeMalang raya memohon agar goal yang di ciptakan oleh emile betran Mbamba pd menit 52 agar di perhitungkan kembali atau pertandingan diulang sepenuhnya dengan perangkat wasit yang lain. mohon maaf jika kata2 diatas agak kurang enak dibaca!!!
TERIMA KASIH
Salam Satu Djiwa!!!
!!AREMA!!

annam (17-01-2008 12:00:58)
MOHAN, AJA AGAR PENGURUS PSSI.JUJUR.FAIR PLAY TDK HANNYA BAGI PEMAIN.TTP JUGA UNTUK WASIT.PENGURUS PSSI JUGA.SEHINGGA TDK AKAN MENIMBULKAN. SESUATU YG TIDAK DIINGINKAN.DAN INNGIN SEPAK BOLA INDONESIA MAJU.TOLONG WASIT SURUH TANYA PADA KEJUJURAN PADA DIRI SENDIRI, SUDAH ADILKAH DIA MEMIMPIN PERTANDINGAN ANTARA PERSIWA DAN AREMA.TG PALING MENYAKITKAN ADALAH DIANULIRNYA GOL MBAMBA YG PERTAMA.SURUHTU PSSI N WASIT LIHAT REKAMANNYA.