Kepala Humas Divre Perum Bulog Jateng Hj. SR Farida di Semarang, Kamis, mengatakan, stok beras Divre Perum Bulog Jateng sekarang ini mencapai 170.000 ton, sedangkan kebutuhan penyaluran rutin setiap bulan 28.000 ton.
Ia mengatakan, penyaluran kebutuhan beras tersebut terutama untuk alokasi beras keluarga miskin (raskin). Dengan demikian, stok beras yang dimiliki ini cukup aman hingga musim panen raya padi di Jateng yang diperkirakan bulan Maret 2008.
Mantapnya persediaan beras tersebut karena berkaitan dengan pengadaan pangan yang dilakukan Divre Perum Bulog Jateng bersama mitra kerja tahun 2007 hasilnya cukup banyak mencapai sekitar 400.000 ton setara beras, katanya.
Pada saat musim panen padi, kata dia, Divre Perum Bulog Jateng juga akan melakukan pembelian gabah/beras petani untuk pengadaan pangan sehingga diharapkan dapat meningkatkan persediaan pangan untuk stok pangan nasional.
Sementara itu, Kepala Subdin Rencana Program Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jateng, Ir. Eddy Santosa, mengatakan, meskipun di Jateng sekarang ini ada panen padi tetapi tidak tidak besar, pada bulan Januari 2008 diperkirakan 68.885 hektare.
Panen padi di Jateng tersebut antara lain terdapat di wilayah Kabupaten Grobogan, Blora, Wonogiri, Temanggung, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Kendal, Banjarnegara, Wonosobo, dan Boyolali.
Mengenai harga beras di pusat perdagangan beras Pasar Dargo Semarang pekan ini relatif stabil dibanding minggu lalu, karena stok beras di pasar memadai, sementara pasokan beras dari daerah produsen lancar dan permintaan pembeli biasa-biasa saja, kata pedagang beras di Pasar Dargo Semarang, Kastawar.`
Ia mengatakan, harga beras di Pasar Dargo Semarang, Kamis, jenis beras IR 64 rata-rata Rp4.800,00 /kilogram, beras mentik wangi Rp5.800,00/kg, beras bramo Rp5.600,00/kg, C4 super Rp5.200,00/kg, dan beras ketan Rp5.500,00/kg. (kpl/rit)