< >

Kekisruhan Kembali Terjadi di Putaran Delapan Besar

Kamis, 17 Januari 2008 18:50
Kapanlagi.com - Setelah melanda Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Rabu (16/01) malam, kekisruhan kembali menghiasi Putaran Delapan Besar Ligina XIII, kali ini terjadi di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, dalam pertandingan Persik Kediri melawan Persija Jakarta, Kamis petang.

Berbeda dengan insiden di Kediri yang mengakibatkan pertandingan antara Arema Malang dan Persiwa Wamena dihentikan di menit ke-71. Di Solo kekisruhan terjadi antar pemain asing kedua kesebelasan beberapa saat setelah wasit Mukhlis Ali Fatoni menghentikan pertandingan dengan skor akhir 2-2.

Kiper Perija asal Moldova, Khmaruk, tiba-tiba menghampiri striker Persik asal Uruguay, Christian Gonzales yang hendak meninggalkan lapangan. Gonzales berontak saat dicekik kiper bertubuh jangkung itu.

Insiden itu memicu para pemain asing Persija lainnya mendekati Gonzales. Beberapa pemain lokal kedua kesebelasan berusaha melerai perkelahian tak seimbang itu.

Namun Gonzales tetap saja mengomel, sehingga memancing pemain Persija lainnya bereaksi, termasuk mantan pemain Persik yang kini membela Perija, Hamka Hamzah.

Beruntung para petugas keamanan dan pihak Panpel segera melerai kericuhan yang terjadi beberapa saat setelah pertandingan 2x45 menit itu berakhir.

Kekisruhan itu dipicu oleh terjadinya gol balasan Persik yang dicetak melalui kaki kiri Gonzales di menit ke-80. Gol tersebut menuai protes keras dari kubu Persija karena Gonzales dianggap telah melakukan pelanggaran terlebih dulu terhadap pemain belakang Persija, Abanda Herman, sebelum mengecoh Khmaruk.

Khmaruk langsung lari menghampiri wasit, sementara Abanda dan beberapa pemain Persija lainnya mendatangi Asisten I Wasit Udin Sumarsyah untuk menanyakan mengapa tindak memberikan hukuman atas pelanggaran yang dilakukan Gonzales.

Udin Sumarsyah pun dikerubuti para pemain dan ofisial Persija hingga ke pinggir lapangan, sampai-sampai beberapa petugas Provost TNI-AD melerainya.

Pelatih Persija asal Moldova, Sergei Dubrovin juga tak kalah berangnya. Ia berbicara keras terhadap wasit, asisten wasit, dan Pengawas Pertandingan, M Syarif.

Sebagai bentuk ketidakpuasan, Dubrovin meminta para pemainnya tidak melanjutkan pertandingan karena kesal dengan keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.

Buru-buru sesepuh Persija, IGK Manila yang selama pertandingan berlangsung berada di tribun kehormatan, langsung turun ke lapangan meminta para pemainnya tetap melanjutkan pertandingan.

Persija nyaris unggul, setelah striker Aliyudin berhasil lolos dari kawalan Aris Indarto, namun sayang tendangannya masih bisa diselamatkan kiper Persik, Wahyudi sehingga kedudukan tetap 2-2.

Persik sempat memimpin melalui tendangan keras dari jarak sekitar 20 meter yang dilepaskan gelandang serang asal Brazil, Danilo Fernando saat pertandingan baru berjalan 15 menit.

Namun Persija berhasil membalasnya melalui aksi individual Aliyudin setelah berhasil melepaskan diri dari kepungan pemain belakang Persik asal Liberia, Fallah Johson di menit ke-27.

Persija berbalik unggul di menit ke-62 setelah sundulan kepala Bambang Pamungkas menyambut tendangan bebas Ismed Sofyan gagal dibendung kiper Wahyudi. Persik berhasil membalasnya melalui gol yang dianggapnya kontroversial itu.

Usai pertandingan kedua kubu menyayangkan insiden tersebut. "Ketika kita prihatin dengan peristiwa di Kediri, malah di Solo terjadi insiden lagi," kata pelatih Persik, Daniel Roekito.

Ia menyatakan, tidak seharusnya pemain asing yang dikontrak dengan biaya mahal memberikan contoh yang buruk dalam persepakbolaan di Indonesia.

"Kami menganggap gol itu sah, Gonzales hanya membody pemain belakang lawan," katanya.

Hal senada disampaikan Asisten Pelatih Persija, Isman Jazulmei, mengenai keprihatinan insiden tersebut. Ia juga menganggap gol yang dicetak striker lawan tetap sah, meskipun prosesnya kontroversial.

Isman kecewa dengan hasil pertandingan tersebut karena anak asuhnya tidak bisa mempertahankan keunggulannya sehingga lawan berhasil membalas sepuluh menit menjelang pertandingan usai. (*/lpk)