KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil"Agar tidak selalu tergantung dengan Pertamina, kita dapat membantu menutupi kebutuhan BBM nelayan bagi di Kotabaru dengan memproduksi biodesel sebanyak 6 ton per," kata Bupati Kotabaru H Sjachrani Mataja, seperti yang disampaikan Subag Humas Setda, Zabidi, Kamis.
Saat ini pemerintah Kotabaru tinggal menunggu rekomendasi konsultan dari Kementrian Riset dan Tekhnologi untuk pengoperasian pabrik biodesel yang selesai dibangun di Desa Telagasari, Kecamatan Kelumpang Hilir.
"Insya Allah April mendatang kita sudah dapat mulai mengoperasikan pabrik biodesel ini, setelah ada rekomendasi dari konsultan Kementrian Riset dan Teknhologi, bahwa pabrik tersebut layak beroperasi," terang Sjachrani usai meninjau pembangunan pabrik biodesel di Desa Telagasari.
Selanjutnya untuk mendukung kelancaran produksi biodesel, pemerintah Kotabaru juga segera memindahkan pabrik kelapa sawit (PKS), di Pulau Sebuku ke Telagasari, untuk menghasilkan bahan baku biodesel, Crude Palm Oil (CPO).
"Pabrik biodesel bantuan Kementrian Riset dan Tekhnologi senilai Rp16 milliar tersebut akan didukung dengan pembangunan pabrik CPO dari Pulau Sebuku. Dan pabrik CPO Pulau Sebuku yang hingga saat ini belum dioperasikan itu segera dipindahkan ke Telagasari," ujarnya.
Dijelaskan, untuk menghasilkan biodesel pengganti BBM yang dihasilkan dari vosil binatang tersebut, diperlukan bahan baku minyak sawit mentah (CPO) kualitas rendah dengan campuran metanol, katalis dan glyserin.
"Dengan luas areal tanaman kepala sawit di Kotabaru, kami yakin untuk memproduksi 6 ton biodesel per hari dapat terpenuhi, bahkan produksi tersebut dapat ditingkatkan menjadi 10 ton per hari," kata Supriono, Ketua KUD Gajah Mada, pengelola perkebunan kelapa sawit plasma di Kecamatan Kelumpang Hilir, Selatan dan Hulu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru, Sabri Madani, mengungkapkan sekitar 15.388 nelayan di Kotabaru lebih 20% tidak dapat melaut akibat kenaikan harga BBM akhir-akhir ini.
Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Kotabaru, Ansyari Suryudi, hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi terkait rencana produksi perdana biodesel di Kotabaru. (*/rsd)

beritanya sih bagus tapi kayanya ada kendala dech di pembangunannya, cos kita yang tinggal disekitar calon pabrik hanya melihat tumpukan besi tua yang belum selesai dirakit.....