< >

Alas Kaki Bali Diminati Pasar Mancanegara

Jum'at, 18 Januari 2008 14:12
Kapanlagi.com - Bali tidak mencantumkan alas kaki sebagai sepuluh produk utama ekspor non-migas, namun mata dagangan produksi masyarakat Pulau Dewata tersebut gencar memasuki pasaran internasional.

Walau jumlahnya sedikit, tetapi realisasi ekspor alas kaki besar artinya bagi Bali karena mampu menghasilkan devisa 8,4 juta dolar AS selama Januari-September 2007, demikian laporan Kantor Besar Bank Indonesia Denpasar, Jumat.

Perolehan devisa salah satu mata dagangan produksi masyarakat daerah ini meningkat setiap tahunnya seperti ekspor tahun 2005 baru menghasilkan 10,8 juta dolar, kemudian meningkat menjadi 13 juta dolar AS tahun 2006.

Angka perolehan devisa sebesar itu relatif kecil jika dibandingkan realisasi ekspor alas kaki secara nasional selama 2007 diperkirakan mencapai 1,8 miliar dolar AS, sebab produk ini salah satu produk unggulan nasional.

Pangsa pasar produksi Bali tidak jauh berbeda dari pasar ekspor alas kaki Indonesia lainnya dengan tujuan utama adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang dan Singapura, disamping diborong turis asing yang berlibur ke Bali.

Kasubdin Perdaglu, Disperindag Bali, Ni Wayan Kusumawathi di Denpasar menyebutkan, alas kaki tidak dimasukkan komuditi khusus dalam perolehan devisa, tetapi tergabung dalam kategori tekstil dan produk tekstil (TPT).

Ia mengatakan, Pemerintah Propinsi Bali menetapkan sasaran perolehan devisa nonmigas daerah ini sebanyak 458,7 juta dolar selama 2007, sedang realisasinya hingga November saja sudah melampaui angka itu yakni 461,9 juta dolar AS.

Terlampauinya perolehan nilai ekspor Bali tahun ini, karena pemerintah daerah setempat melalui panitia kerja tetap pengembangan ekspor nonmigas Bali sedikitnya menetapkan sepuluh produk unggulan yang menjadi ekspor andalan.

Produk unggulan tersebut antara lain kelompok TPT, ikan dalam kemasan kaleng, kerajinan kayu, kerajinan dan perhiasan perak, kopi, vanili, ikan tuna segar maupun yang dibekukan dan anyaman bambu. (kpl/rit)