Jutaan Pelanggan Keluhkan Layanan Telkomsel
Kapanlagi.com - Jutaan pelanggan pengguna kartu produk Telkomsel, termasuk di Sumatera Barat, mengeluhkan sulitnya jaringan ke luar daerah dan sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir, namun belum terlihat tindakan serius dari manajemen Telkomsel mengatasinya. "Kondisi ini cukup merugikan pelanggan, karena sulitnya akses jaringan dan bahkan terkadang tidak bisa berkomunikasi ke luar daerah," kata Budi (43) warga Kota Padang juga pedagang itu, di Padang, Jumat. Dia mengaku, sudah satu bulan lebih mengalami akses jaringan Telkomsel yang tidak bagus, ketika ingin berkomunikasi ke luar daerah. Keluhan yang sama juga banyak dirasakan pelanggan pengguna kartu Simpati, Halo dan As di Sumbar, bahkan sebagian sudah pernah menyampaikan pada manajemen Telkomsel, namun tak ditanggapi. "Saya cukup kecewa, terjadinya gangguan jaringan belakangan ini, karena berdampak pada komunikasi antar mitra bisnis di luar Sumbar," katanya. Seharusnya, kondisi ini cepat disikapi pihak telkomsel, sehingga gangguan terhadap lalulintas suara melalui jaringan tidak berlarut-larut dikeluhkan pelanggan. Dia menilai, terjadi gangguan jaringan antar daerah itu, dipicu persaingan tarif antar produk (kartu, red) yang diterbitkan pihak Telkomsel sendiri. Produk terbaru dikeluarkan untuk calon pelanggan oleh Telkomsel kartu Simpati PeDe dengan skema tarif Rp 0,5 per detik. "Kartu simpati PeDe akhir-akhir ini yang gencar dipromosikan bagian marketing Telkomsel untuk menarik pelanggan," katanya dan menambahkan, munculnya kartu itu, juga berdampak pada pelanggan lain yang terkesan diabaikan. Keluhan yang sama juga disampaikan, Jeri (35), warga Padang asal Jakarta ini, mengaku, sering ada gangguan saat menghubungi kerluarganya. Gangguan itu, tambah dia, selain sulit masuk ke nomor Hp yang dituju, juga dalam hitungan lima menit jaringan terputus mendadak. "Saya tak tahu, dan hanya berpikir jaringan tak bagus saja, tetapi dua pekan belakangan banyak teman-teman saya mengalami hal yang sama," tuturnya. Humas Telkomsel Padang, Nurman, ketika dihubungi terkait kondisi itu, membenarkan sudah menerima beberapa keluhan dari pelanggan, terkait gangguan jaringan tersebut. Dia juga mengakui, kondisi ini terjadi pada pelanggan secara nasional dan bagian teknik Telkomsel dalam proses pengkajian, sehingga belum dapat dijelaskan secara pasti. "Khusus mengatasi lalulintas suara (jaringan) bagian teknik dan kini sudah berada di Jakarta dalam upaya mencari titik permasalahannya," katanya menambahkan, kemungkinan pekan depan hasilnya sudah dapat dijelaskan pada pelanggan. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pihak Telkomsel lebih cepat mengatasi gangguan jaringan tersebut, karena dampaknya cukup besar pada pelanggan. Ketua YLKI Sumbar, Dahnil Aswad, di Padang, ketika dihubungi, menyatakan, pihak Terlkomsel harus segera mengatasi masalah yang ada, jangan demi keuntungan perusahaan, konsumen dirugikan. Jika pelanggan pengguna kartu produk Terlkomsel sudah mencapai 24 juta lebih di Indonesia, harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas dari jaringan yanga ada. "Kalau produk kartu sudah banyak terjual, tetapi kapasitas jaringan tidak maksimal, jelas merugikan konsumen (pelanggan, red)," katanya dan menambahkan, jangan membedakan pelayanan terhadap pelanggan sama-sama memakai kartu produk Telkomsel. Menurut Dahnil, dampak yang dialami pelanggan tidak saja, komunikasi terputus, tetapi memicu kesalapahaman dalam kelaurga, karena ketika dihubungi jawaban "Hp yang anda hubungi tidak aktif". Padahal, Hp tetap hidup, karena jaringan tidak bagus, komunikasi dan informasi yang dalam hitungan detik harus diketahui keluarga, jadi tidak sampai. "Saya sudah pernah terjadi pertengkaran dengan keluarga, gara-gara gangguan jaringan, karena salah paham," tuturnya menceritakan pengalamannya. Kondisi gangguan tersebut, kata Dahnil, saya alami sering berlangsung senja hari dan sangat susah untuk menghubungi keluarga yang di Padang, tambah dosen Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, kini sedang menjalankan pendidikan S-3 di Jakarta. Lebih jauh dia menjelaskan, sangat meyayangkan pelayanan marketing Telkomsel, ketika menghubungi 116, namun jawaban yang diberikan sangat tidak rasional. "Terkesan pelayanan sebagian staf Telkomsel, sudah bosan dan acuh terhadap keluhan yang disampaikan pelanggan," katanya dan mengatakan, jika enggan tidak usah berada pada posisi menerima keluahan pelanggan. (*/rsd) |