< >

Telkomsel Siap Sewakan Menara Untuk Operator Lain

Sabtu, 19 Januari 2008 09:49
Kapanlagi.com - Direktur Utama PT Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan pihaknya siap menyewakan menara telekomunikasi miliknya kepada operator telekomunikasi lain.

"Kita siap untuk melakukan sewa menara, dan tidak menara saja, tapi juga sewa infrastruktur yang berarti bisa sewa menara, bisa sewa jaringan," kata Kiskenda dalam jumpa pers yang didampingi oleh Direktur Utama PT Telkom Rinaldi Firmansyah, Direktur Keuangan PT Telkom Sudiro Asno, dan Eksekutif Vice President Strategic Investment And Corporate Planning PT Telkom Tbk, David Berg di kantor Telkom Jakarta, Jumat.

Kiskenda mengatakan pihaknya belum mempunyai angka yang pasti berapa menara yang bisa disewakan, akan tetapi diperkirakan ada 60% dari total 21.000 BTS atau 12.600 menara yang bisa disewakan.

"Dari 21.000 BTS 80%nya ada di dalam menara. Dari 80% menara itu, kurang lebih 80%nya bisa disewakan," kata Kiskenda.

Telkomsel mempunyai lima prinsip untuk menyewakan menaranya kepada operator lain yaitu baik secara teknis, diprioritaskan untuk Telkom Flexi, prinsip siapa cepat dia dapat, sesuai kebutuhan dan sesuai kesepakatan.

Kiskenda mengatakan Telkomsel telah membentuk satu unit khusus untuk menangani penyewaan menara dan infrastruktur miliknya.

Sedangkan selama 2007, Telkomsel telah membangun sebanyak 4.900 BTS sehingga total BTS sebanyak 20.884 BTS.

Kiskenda mengatakan saat ini pelanggan Telkomsel telah mencapai 47,89 juta pelanggan sampai akhir 2007.

"Pertumbuhan pelanggan bersih Telkomsel sebanyak 12,2 juta orang selama 2007 sehingga total pelanggan mencapai 47,89 juta pelanggan sampai akhir tahun 2007," kata Kiskenda.

Untuk tahun 2008, Telkomsel menargetkan dapat meraih 8 juta - 9 juta pelanggan.

"Kita masih komitmen untuk antara 8 sampai 9 juta pelanggan dimana patokan kami 50% dari market share. Kita punya prediksi 18 juta pelanggan," kata Kiskenda.

Telkomsel akan menerapkan tiga strategi meningkatkan bisnisnya yaitu jangkuan dengan memberi pelayanan ke seluruh Indonesia dengan menambah BTS dan area baru.

"Strategi kedua fokus kepada peningkatan kualitas di daerah yang telah eksis terutama di daerah yang sudah padat kompetisi, dan ketiga masuk kepada bisnis baru dari mulai hulu sampai hilir," kata Kiskenda.

Dia mengatakan bisnis di hulu dengan penyewaan infrastruktur dan bisnis di hilir dengan masuk pada bisnis konten salah satunya dengan layanan Telkomsel cash.

"Sesuai capex pengembangan bisnis yaitu 40% untuk penambahan jangkauan, 45% untuk peningkatan kualitas dan 15% fokus untuk bisnis baru," kata Kiskenda.

Sedangkan Direktur Utama PT Telkom Tbk Rinaldi Firmansyah mengatakan total belanja modal (Capex) untuk Telkom dan Telkomsel selama 2008 sebanyak US$2,5 miliar.

"Total Capex (belanja modal) sebanyak US$2,5 miliar untuk Telkom dan Telkomsel," kata Rinaldi dalam jumpa pers yang didampingi oleh Direktur Keuangan PT Telkom Sudiro Asno, Direktur Utama PT Telkomsel, Kiskenda Suriahardja dan Eksekutif Vice President Strategic Investment And Corporate Planning PT Telkom Tbk, David Berg di kantor Telkom Jakarta, Jumat.

Rinaldi menjelaskan belanja modal US$2,5 miliar terbagi untuk belanja modal Telkomsel sebanyak US$1,5 miliar - US$1,7 miliar dan belanja modal untuk Telkom sebanyak 0,8 miliar - US$1 miliar. (kpl/rit)


BERITA TERKAIT