< >

Cenderung Jadi Polemik, Masalah Kedelai Sulit Diatasi

Minggu, 20 Januari 2008 09:45
Kapanlagi.com - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto, mengatakan, untuk mengatasi masalah kelangkaan kedelai, perlu dicari solusi tepat tanpa ada polemik.

"Kita harus mencari solusi yang dapat langsung menyelesaikan masalah, tanpa ada polemik yang berkembang," katanya, di Jakarta, Jumat (18/1), setelah menghadiri acara Diskusi Nasional 'Refleksi Wawasan Kebangsaan Dalam Wadah NKRI'.

Dalam acara diskusi itu turut hadir Ketua Umum Partai Bintang Bulan Hamdan Zoelva.

Menurut Wiranto, saat ini masalah kelangkaan kedelai cenderung menjadi polemik sehingga tidak dapat segera diatasi. Pemerintah, lanjut dia, diharapkan dapat mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya.

"Kelangkaan kedelai itu masalah yang menyangkut 'miss management' (salah kelola), juga produk kebijakan yang tidak tepat atau mungkin ada tekanan internasional yang tidak mampu dihadapi sistem ekonomi kita," katanya.

Sebelumnya, sekitar tiga ribu pengrajin tahu tempe DKI Jakarta, menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Presiden, Jakarta Pusat akibat makin melambungnya harga kedelai.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah memutuskan penurunan bea masuk (BM) impor kedelai dari 10% menjadi nol persen untuk mengatasi masalah keterbatasan pasokan kedelai di dalam negeri.

Menurut Mari, pemerintah juga akan mengatasi berbagai hambatan impor kedelai apapun namanya sehingga pasokan di dalam negeri lancar.

Menurut Mari, kenaikan harga kedelai dari US$300 menjadi US$600 per ton dalam waktu tujuh bulan terakhir, disebabkan Amerika Serikat sebagai penyuplai utama kedelai menurunkan produksinya akibat adanya peralihan lahan pertanian kedelai menjadi jagung, karena sedang tingginya harga jagung yang digunakan untuk keperluan bio fuel. (*/bun)